Ahok Tuding Pemborong Gedung Sekolah

JAKARTA, HR – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa kesal sebab digugat hingga Rp 14 miliar oleh beberapa kontraktor pembangunan sekolah. Gubernur DKI itu pun menuduh pihak penggugat tersebut sebagai kontraktor abal–abal.
Salah satu gedung sekolah 
yang tertunda pengerjaannya.
“Ini lagi kita sikat–sikatin semua. Itu mereka lagi gugat saya, lagi ke pengadilan, gugat saya perdata karena saya (lelang) konsolidasi,” kata Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Ahok mengatakan bahwa kontraktor tersebut tidak suka karena dia menetapkan kebijakan lelang konsolidasi. Lelang konsolidasi merupakan paket proyek yang bernilai kecil yang digabung menjadi satu paket. Pengerjaan paket proyek dilakukan oleh satu kontraktor yang menang lelang.
Ahok berniat untuk menggugat balik para kontraktor yang menggugatnya itu. “Makanya saya sudah menginstruksikan, saya mau gugat balik juga perdata karena banyak sekolah yang bangunannya jelek menyebabkan kerugian puluhan dan ratusan miliar rupiah juga,” sebutnya.
Ahok mengklaim tujuh kontraktor itu kini sudah masuk dalam daftar hitam. Ahok memastikan tidak akan menggunakan jasa mereka lagi dalam pembangunan sekolah. Adapun dari sekitar 1.708 bangunan sekolah di Jakarta saat ini hanya 885 sekolah yang layak dan sisanya 823 sekolah dinilai tidak layak pakai akibat rusak dalam berbagai skala. jm


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan