Bupati Gowa Salurkan Bantuan Susu untuk 370 Anak

GOWA, HR — Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak. Salah satu langkahnya dengan menyalurkan bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI kepada 370 anak di Kabupaten Gowa.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Camat Bontomarannu, Rabu (4/11). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus menekan angka stunting.

Darmawangsyah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPPA RI atas dukungan bantuan tersebut. Ia berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan jumlah bantuan agar semakin banyak anak memperoleh manfaat.

“Terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan kepada Kabupaten Gowa. Tentu kami ingin bantuan ini dapat segera disalurkan dan kemudian ke depan jumlahnya dapat ditambah,” ungkapnya.

Menurut Darmawangsyah, angka stunting di Kabupaten Gowa menunjukkan tren penurunan. Angka yang sebelumnya berada pada kisaran 33 persen kini turun menjadi 21 persen, bahkan mencapai 17 persen berdasarkan data yang disampaikannya.

“Ini adalah prestasi kita dan tentu harus kita banggakan, tetapi bukan untuk berpuas diri. Kita harus terus menjaga capaian ini agar angka stunting tidak kembali meningkat,” tegasnya.

Darmawangsyah juga menjelaskan bahwa kehadirannya dalam penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan optimal.IMG 20261105 WA0030

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya dengan menurunkan angka prevalensi. Pemerintah perlu memperkuat program yang menyentuh langsung kebutuhan gizi dan kesehatan anak.

“Hari ini kita serahkan untuk memastikan bahwa intervensi pemberian susu kepada anak-anak terus kita lakukan. Kita berharap angka stunting yang sudah semakin menurun dapat terus kita jaga agar tidak kembali meningkat,” jelasnya.

Selain itu, Darmawangsyah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memaksimalkan program penanganan stunting. Ia juga menginstruksikan agar petugas memastikan anak menerima bantuan susu sesuai kebutuhan dan petunjuk konsumsi.

Pemerintah daerah juga terus menjalankan program pemberian telur bagi anak-anak yang terindikasi stunting sebagai bagian dari penguatan pemenuhan gizi.

Lebih lanjut, Darmawangsyah menyebut program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program Presiden Prabowo Subianto.

“Jika hari ini beliau memberikan Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat, tentu hal tersebut merupakan bagian dari keinginan beliau untuk memastikan anak-anak Indonesia terbebas dari kekurangan gizi dan dapat tumbuh dengan baik. Mari kita sama-sama mendukung program Bapak Presiden untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, mengatakan bantuan susu dari Kementerian PPPA RI menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Menurutnya, program tersebut mendukung agenda nasional penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berupaya memenuhi hak anak, terutama dalam aspek kesehatan, pemenuhan gizi, dan tumbuh kembang.

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak penerima dan mendukung upaya penanganan stunting di Kabupaten Gowa,” jelasnya.

Kawaidah menambahkan, DP3A Kabupaten Gowa juga melibatkan pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Gowa sebagai mitra dalam mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Adapun bantuan dari Kementerian PPPA berupa 103 boks susu Nestlé Dancow dengan isi 36 kemasan per boks atau total 3.700 kemasan. Pemerintah akan menyalurkan bantuan tersebut kepada 370 anak, dengan masing-masing anak menerima 10 kemasan.

Program ini menyasar anak usia 5–8 tahun yang pernah terindikasi stunting. Para penerima tersebar di tiga kecamatan, yakni Bontomarannu, Somba Opu, dan Pattallassang.

Melalui bantuan tersebut, Pemkab Gowa berharap pemenuhan gizi anak semakin optimal dan upaya penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *