LAMSEL, HR — Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kawasan tersebut membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Manfaat tersebut terungkap dalam dialog Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama masyarakat pada Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 di kawasan KNMP Ketapang, Rabu (4/11/2026).
Dalam dialog itu, sejumlah warga dan nelayan menyampaikan pengalaman serta manfaat yang mereka rasakan sejak kawasan KNMP hadir. Mereka juga menyampaikan kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah.
Salah seorang warga Ketapang, Sepiah, mengatakan keberadaan KNMP membawa perubahan bagi masyarakat, terutama dengan terbukanya kesempatan kerja. Ia mengaku menjadi salah satu warga yang memperoleh pekerjaan setelah fasilitas tersebut hadir.
Manfaat juga dirasakan para nelayan. Samsuri, nelayan setempat, menyebut aktivitas melaut kini lebih lancar. Dalam sekali melaut, ia rata-rata memperoleh hasil tangkapan sekitar 20 kilogram.
Harga jual ikan senangin pun mengalami peningkatan. Sebelumnya, harga ikan tersebut berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram. Kini, harganya mencapai Rp32 ribu per kilogram.
“Sejak ada KNMP, pekerjaan kami sebagai nelayan lebih lancar. Harga ikan senangin juga mengalami kenaikan, dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram,” ungkap Samsuri.
Meski merasakan manfaat, masyarakat berharap pemerintah terus mengembangkan fasilitas KNMP agar semakin mampu memenuhi kebutuhan nelayan.
Perwakilan nelayan Ketapang, Junianto, mengapresiasi keberadaan kawasan tersebut karena membantu aktivitas perikanan. Namun, ia menyebut fasilitas tambat labuh masih menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
“Dengan adanya KNMP ini, kami sebagai nelayan merasa sangat terbantu. Namun, masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, salah satunya fasilitas tambat labuh. Kami berharap ke depan ada solusi agar kebutuhan nelayan di Desa Ketapang bisa terwujud,” ujarnya.
Ketua Pengelola KNMP Ketapang, Amin, juga berharap pemerintah memberikan pendampingan setelah pembangunan fasilitas selesai. Menurutnya, arahan dan dukungan diperlukan agar pengelola dapat memanfaatkan fasilitas secara optimal dan mengembangkan kawasan tersebut.
“Kami berharap setelah dibangun, KNMP ini tidak dibiarkan begitu saja. Kami masih membutuhkan arahan dan bantuan agar kawasan ini bisa terus berkembang bersama masyarakat, khususnya para nelayan,” kata Amin.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa KNMP harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan fasilitas perlu diikuti dengan pemanfaatan dan pengelolaan yang baik.
Bupati Egi juga menyoroti fungsi fasilitas pendukung, termasuk cold storage atau ruang penyimpanan dingin. Fasilitas ini dapat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mendukung kestabilan harga ketika produksi ikan melimpah.
Ia berharap masyarakat ikut memanfaatkan dan merawat fasilitas yang tersedia. Selain itu, masukan dari nelayan dan pengelola menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan dalam pengembangan KNMP ke depan.
Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, apresiasi, dan harapan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Pemkab Lampung Selatan berharap pengembangan KNMP Ketapang tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Kawasan tersebut diharapkan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat pesisir serta memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan nelayan.
