LAMSEL, HR — Lamsel Fest 2026 membuka peluang bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk mempromosikan seni budaya, destinasi wisata, dan produk kerajinan lokal ke tingkat internasional. Melalui kegiatan pertukaran budaya yang difasilitasi International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia, lima negara akan terlibat dalam rangkaian kegiatan budaya dan pariwisata.
Kelima negara tersebut meliputi Korea Selatan, Rusia, Polandia, Bulgaria, dan Indonesia. Kehadiran delegasi internasional ini diharapkan dapat memperluas pengenalan potensi daerah sekaligus membuka peluang bagi perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Pertukaran Budaya Lima Negara oleh CIOFF Indonesia di Ruang Rapat Asisten Ekobang Setdakab Lampung Selatan, Rabu (28/10/2026).
Tri menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memanfaatkan kehadiran delegasi internasional untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Yang ingin kita capai dengan adanya delegasi ini adalah multiplier effect, atau dampak berkelanjutan yang bisa memberikan kontribusi bagi daerah. Jadi, kita perlu memikirkan bagaimana kegiatan yang mereka ikuti dapat memberikan nilai tambah bagi pariwisata Lampung Selatan,” ujar Tri.
Menurut Tri, pemerintah daerah perlu menyusun kegiatan yang memungkinkan para delegasi mengenal karakter, sejarah, dan kekayaan budaya Lampung Selatan secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi cerita positif yang mereka bagikan ketika kembali ke negara masing-masing.
“Semua jadi memori, jadi cerita untuk di negaranya,” ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, rapat membahas sejumlah agenda, mulai dari kunjungan ke destinasi wisata sejarah, pertunjukan seni tradisional, hingga pengenalan sentra kerajinan lokal. Melalui agenda ini, para delegasi dapat melihat langsung keunikan budaya dan potensi wisata Lampung Selatan.
Selain memperkenalkan destinasi wisata, kegiatan pertukaran budaya ini juga membuka peluang promosi bagi perajin dan pelaku UMKM. Kunjungan ke sentra kerajinan akan memberi kesempatan kepada delegasi untuk mengenal proses pembuatan produk serta melihat hasil karya masyarakat setempat.
Tri menilai keterlibatan pelaku usaha lokal penting agar masyarakat turut merasakan manfaat dari kegiatan internasional tersebut. Pemerintah daerah ingin menjadikan festival ini sebagai ruang promosi sekaligus peluang pemasaran produk unggulan daerah.
“Ini juga bagian dari keberpihakan pemerintah daerah kepada para perajin. Kita ingin mereka merasa dirangkul dan mendapatkan manfaat dari kehadiran delegasi, termasuk melalui pengenalan dan penjualan produk kerajinan mereka,” jelasnya.
Selain agenda budaya dan promosi wisata, rangkaian pertukaran budaya ini juga mencakup kegiatan penanaman sekitar 20 pohon di SMA Kebangsaan yang melibatkan delegasi internasional. Panitia juga merencanakan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Minang Rua.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi alam Lampung Selatan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Adapun jumlah delegasi yang direncanakan mengikuti kegiatan ini meliputi 22 orang dari Korea Selatan, 30 orang dari Rusia, 20 orang dari Polandia, 28 orang dari Bulgaria, dan 15 orang dari Indonesia. Selain itu, sekitar 20 orang panitia CIOFF Indonesia turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan rangkaian pertukaran budaya tersebut agar Lamsel Fest 2026 memberikan manfaat nyata bagi promosi pariwisata, pelestarian budaya, serta pengembangan usaha perajin dan UMKM lokal.
