Hari Kerohanian, Gunung Padang jadi Tempat Refleksi Spiritual PWI Jaya

JAKARTA, HR – Kawasan Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, akan menjadi tempat refleksi spiritual bagi insan pers, dalam memperingati Hari Kerohanian Nasional pada 3 November 2026. Kegiatan yang digagas PWI Jaya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, mempererat persaudaraan, serta menjaga nurani dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Sekretaris panitia, Arman Suparman, mengatakan rasa syukur seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik ketika seseorang memperoleh kebahagiaan maupun saat menghadapi berbagai kesulitan.

“Hidup ini harus selalu bersyukur. Jangan hanya bersyukur ketika mendapatkan kesenangan, tetapi juga ketika menghadapi ujian kehidupan,” ujar Arman, Selasa (27/10/2026).

Menurut Arman, rasa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan sikap yang perlu diwujudkan melalui perilaku dan perbuatan baik kepada sesama. Dengan bersyukur, seseorang diharapkan mampu menjalani kehidupan secara lebih tenang, bijaksana, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.

Ia juga menilai insan pers membutuhkan ruang untuk melakukan refleksi diri di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan tidak hanya dituntut menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab moral serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak rekan-rekan insan pers untuk sejenak berhenti dari rutinitas, merenungkan perjalanan hidup, dan kembali menguatkan niat untuk menjalankan profesi dengan hati nurani,” katanya.

Peringatan Hari Kerohanian Nasional tersebut akan diisi dengan diskusi bersama sejumlah media-media partner yang berada di naungan PWI Jaya, untuk berbagi pandangan mengenai kerohanian, makna kehidupan, dan pentingnya rasa syukur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran dan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Pemilihan kawasan Gunung Padang di Cianjur diharapkan memberikan suasana yang mendukung refleksi dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, PWI Jaya ingin menumbuhkan semangat insan pers agar tetap rendah hati, menjaga integritas, serta menghadirkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Arman berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi pengingat untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada akhirnya, keberhasilan hidup bukan hanya diukur dari apa yang kita raih, tetapi juga dari seberapa besar rasa syukur yang kita miliki dan kebaikan yang bisa kita bagikan kepada orang lain,” tuturnya. •sampurno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *