Pemkot Jaksel Gelar Simulasi Bencana di 122 Titik, Latih Kesiapsiagaan Pegawai dan Siswa

JAKARTA, HR — Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi di 122 titik pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini melibatkan 112 sekolah dan 10 kantor pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan menghadapi situasi darurat.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan simulasi tersebut bertujuan melatih pegawai instansi pemerintah dan siswa sekolah agar memahami prosedur keselamatan saat gempa bumi terjadi.

“Dari hasil pantauan kami, jalannya simulasi berlangsung tertib dan sesuai prosedur penanganan darurat. Begitu sirene pertama berbunyi, para staf langsung melakukan perlindungan mandiri dengan berlindung di bawah meja atau merapat ke tembok yang kokoh,” ujar Syafrin di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan, peserta melanjutkan simulasi evakuasi setelah sirene kedua berbunyi. Para pegawai segera keluar gedung menuju titik kumpul yang telah ditentukan sembari melindungi kepala dan tengkuk.

Selain latihan evakuasi mandiri, kegiatan ini juga memperagakan penanganan dan penyelamatan korban luka oleh tim tanggap darurat. Melalui latihan rutin, Pemkot Jakarta Selatan ingin membangun budaya siaga bencana di lingkungan kerja dan pendidikan.

Syafrin berharap latihan berkelanjutan dapat meningkatkan kesiapan pegawai dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan mawas diri, mengingat bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi DKI Jakarta, Iwan Alex, mengatakan simulasi tersebut bertujuan menguji kesiapsiagaan penghuni dan pengelola gedung sekaligus meningkatkan kemampuan mitigasi bencana.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan gedung, termasuk fasilitas pendukung keselamatan saat gempa bumi terjadi.

“Berdasarkan evaluasi pelaksanaan, simulasi dinilai berjalan dengan sangat baik dan mendapat partisipasi aktif dari seluruh penghuni gedung. Hal ini menunjukkan tingkat respons cepat dan kesiapsiagaan yang tinggi apabila bencana sesungguhnya terjadi, sehingga dapat meminimalkan risiko serta jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana,” tandas Iwan.

Di Kelurahan Petukangan Utara, Sekretaris Kelurahan Fika berharap simulasi tersebut dapat membantu pegawai dan warga yang berkunjung memahami langkah keselamatan ketika gempa bumi terjadi.

Ia menekankan pentingnya memastikan jalur evakuasi tetap terbuka dan seluruh pegawai mengetahui lokasi titik kumpul yang aman.

“Kami ingin memastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan semua pegawai paham titik kumpul aman. Alhamdulillah, simulasi berjalan lancar,” ujar Fika.

Melalui kegiatan di 122 titik tersebut, Pemkot Jakarta Selatan berharap masyarakat semakin memahami prosedur perlindungan diri, evakuasi, dan penanganan darurat sehingga risiko korban jiwa saat bencana dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *