DENPASAR, HR — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar mendorong optimalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul keterbatasan pasokan yang disebut memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar dan sekitarnya.
Ketua Umum HMI Cabang Denpasar, Haris Afrizal, mengatakan kondisi tersebut perlu disikapi melalui evaluasi logistik dan perbaikan distribusi di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Menurut Haris, berdasarkan pengamatan HMI, antrean yang terjadi diduga berkaitan dengan sejumlah faktor teknis, mulai dari perhitungan kebutuhan stok dan waktu pengiriman, penyesuaian kapasitas sekitar 30 hingga 40 persen, hingga hambatan perjalanan truk tangki akibat kemacetan dan perbaikan jalan pada jalur distribusi.
“Berdasarkan pengamatan kami, situasi ini terjadi akibat akumulasi beberapa faktor teknis, mulai dari kalkulasi perkiraan stok dan waktu kirim yang kurang presisi, adanya penyesuaian kapasitas sekitar 30 hingga 40 persen, serta hambatan perjalanan armada truk tangki yang terhalang kemacetan dan perbaikan jalan di jalur pengumpan,” ujar Haris.
Ia menambahkan, antrean panjang juga dapat semakin meningkat ketika ketersediaan BBM tidak merata antar-SPBU. Saat salah satu SPBU kehabisan stok, kendaraan cenderung beralih ke SPBU terdekat yang masih memiliki pasokan. Perpindahan kendaraan secara bersamaan tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan antrean di lokasi lain.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, HMI Cabang Denpasar menyampaikan dua rekomendasi kepada pihak regulator dan penyedia pasokan BBM.
Pertama, pengaturan ulang prioritas distribusi dengan mempertimbangkan kebutuhan SPBU di kawasan strategis dan beraktivitas tinggi. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan BBM di wilayah yang membutuhkan pasokan secara berkelanjutan.
Kedua, optimalisasi Integrated Terminal (IT) Manggis melalui percepatan proses pembongkaran atau unloading kapal tanker. Menurut rekomendasi HMI, percepatan proses tersebut dapat membantu memangkas waktu tunggu sebelum BBM disalurkan melalui transportasi darat.
HMI berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam memperbaiki perencanaan stok, ketepatan waktu pengiriman, serta koordinasi distribusi BBM ke SPBU.
Selain mendorong perbaikan dari sisi distribusi, HMI Cabang Denpasar meminta masyarakat untuk menyikapi situasi secara bijak dan tidak terpancing kepanikan.
Haris mengingatkan bahwa pembelian BBM melebihi kebutuhan dapat meningkatkan tekanan terhadap stok yang tersedia dan memperburuk antrean di SPBU.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pembelian BBM yang melebihi kebutuhan harian justru akan memicu ketimpangan distribusi yang lebih luas. Mari kita saling menjaga agar iklim Kota Denpasar tetap kondusif,” tutup Haris.
HMI Cabang Denpasar menyatakan akan terus mengawal isu-isu keumatan dan kebangsaan melalui pendekatan rasional serta berorientasi pada solusi. Organisasi tersebut berharap koordinasi antara regulator, penyedia BBM, dan masyarakat dapat membantu menjaga kelancaran distribusi serta kenyamanan warga Bali.
