JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Gereja Santo Fransiskus Asisi Paroki Tebet, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja Santo Fransiskus Asisi, Jalan H. Ramli, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Syafrin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Tebet yang memperingati enam dekade perjalanan gereja.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-60 kepada seluruh umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Tebet,” kata Syafrin.
Menurut Syafrin, perjalanan selama 60 tahun menunjukkan dedikasi para pastor, pengurus dewan paroki, serta seluruh umat dari berbagai generasi dalam menjaga kehidupan menggereja.
Syafrin menilai nama Santo Fransiskus Asisi membawa nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Nilai tersebut antara lain kerendahan hati, kasih, persaudaraan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ia mengatakan keteladanan Santo Fransiskus Asisi dapat menjadi pedoman moral bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan di tengah dinamika Kota Jakarta.
Selama enam dekade hadir di kawasan Tebet, Gereja Santo Fransiskus Asisi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat Jakarta Selatan. Selain menjalankan pembinaan iman, gereja turut menggelar berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.
Syafrin mengapresiasi kegiatan tersebut karena melibatkan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras.
“Jakarta adalah rumah besar yang majemuk. Keberagaman adalah kekuatan kita, dan persaudaraan lintas iman adalah fondasi utama untuk mewujudkan kota yang damai, aman, dan sejahtera,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Paroki Tebet yang terus menjaga kerukunan dan merawat toleransi di lingkungan sekitar.
“Terima kasih kepada seluruh umat Paroki Tebet yang senantiasa menjaga kerukunan, merawat toleransi, dan menjadi jembatan silaturahmi dengan warga sekitar,” tambahnya.
