LAMSEL, HR — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Lampung atas kinerja dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting.
Lampung Selatan meraih penghargaan sebagai kabupaten/kota berkinerja baik dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung Tahun 2026.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Lampung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar.
Penyerahan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/9/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Pemkab Lampung Selatan memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui program lintas sektor. Program tersebut mencakup intervensi kesehatan hingga pendampingan keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto mengatakan capaian tersebut sejalan dengan perkembangan indikator stunting di daerah.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Lampung Selatan tercatat 10,4 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi stunting Provinsi Lampung sebesar 15,9 persen.
Sementara itu, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) menunjukkan prevalensi stunting Lampung Selatan turun dari 2 persen pada 2022 menjadi 1,2 persen pada 2026.
Devi menjelaskan konvergensi program menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan stunting berjalan terintegrasi, berbasis data, dan tepat sasaran.
Intervensi tidak hanya menyasar balita yang mengalami stunting. Pemerintah juga melakukan pencegahan sejak masa kehamilan hingga periode 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Pemkab Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data,” ujar Devi.
Sejumlah indikator pelayanan pada Semester I 2026 juga menunjukkan capaian yang baik. Pemberian ASI eksklusif mencapai 97,35 persen, MPASI 99,23 persen, pemantauan pertumbuhan anak bawah dua tahun 100 persen, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri 98,65 persen, dan pendampingan keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) mencapai 96,6 persen.
Meski demikian, Pemkab Lampung Selatan masih memperkuat sejumlah indikator melalui pelayanan hingga tingkat keluarga. Upaya tersebut mendapat dukungan 1.067 posyandu dan 6.017 kader kesehatan.
Kolaborasi juga melibatkan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS), perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TPK, TP PKK, serta berbagai unsur masyarakat.
Ke depan, Pemkab Lampung Selatan akan memperbarui data keluarga berisiko stunting dan sasaran 8.000 HPK. Pemerintah juga akan meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat pendampingan keluarga dan edukasi gizi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus mendukung target prevalensi stunting Lampung Selatan sebesar 9 persen pada 2029.
Dalam rapat koordinasi, para wakil kepala daerah se-Provinsi Lampung turut membahas evaluasi program, capaian indikator intervensi gizi spesifik dan sensitif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta strategi pencapaian target penurunan stunting di masing-masing daerah.
