JAKARTA, HR — Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanudin mengapresiasi dedikasi pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Administrasi Jakarta Selatan masa bakti 2021–2026. Selama lima tahun, FPK dinilai turut menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.
Apresiasi tersebut disampaikan Firmanudin didampingi Asisten Pemerintahan Basarufin saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Kebhinekaan dan Purnabakti FPK Jakarta Selatan di Ruang Gelatik, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).
Ketua FPK Jakarta Selatan masa bakti 2021–2026 Fahmi Assegaf menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan atas dukungan selama dirinya memimpin organisasi tersebut.
Fahmi juga mengenang kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat dari beragam suku dan agama di Jakarta Selatan. Menurutnya, pengalaman tersebut meninggalkan kesan yang mendalam selama menjalankan tugas sebagai Ketua FPK.
“Saya bangga dengan kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya Pemkot Jakarta Selatan. Selama menjabat Ketua FPK, saya banyak mendapatkan dukungan dan arahan,” kata Fahmi dalam acara bertema “Merayakan Kebersamaan, Mengukir Kenangan, Melangkah dalam Persaudaraan Purnabakti Masa Bakti 2021–2026 FPK Jakarta Selatan.”
Fahmi mengatakan keberagaman suku dan agama tidak menjadi penghalang bagi anggota FPK untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi.
“Walaupun berbeda suku dan agama, kami tetap terjalin dalam silaturahmi. Itu yang sangat menyenangkan ketika saya menjabat Ketua FPK,” ujarnya.
Ia juga menceritakan berbagai pengalaman dalam membangun kebersamaan di antara masyarakat dari latar belakang yang berbeda. Menurut Fahmi, proses pembauran tersebut melahirkan hubungan persaudaraan dan kasih sayang.
“Itulah kenangan yang saya dapatkan ketika berada di antara mereka,” tuturnya.
Fahmi menilai berbagai pertemuan dan kegiatan bersama anggota FPK telah mengukir banyak kenangan. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi selama masa baktinya.
“Apalagi saat saudara kita berkumpul dalam wadah organisasi FPK,” ujarnya.
Meski masa baktinya telah berakhir, Fahmi menegaskan hubungan persaudaraan dengan anggota FPK tetap terjaga.
“Kita berbeda-beda, tetapi kita bersaudara dan bersilaturahmi,” pungkas Fahmi Assegaf.
