Bobok Trotoar, Tanam U-Ditch di Lumpur! PT Putra Sanggul Mas Layak di Blacklist?

JAKARTA, HR – Proyek Pembangunan Peningkatan Trotoar dan Bangunan Pelengkap Jalan di Kota Administrasi Jakarta Timur, khususnya Jalan Pahlawan Revolusi sisi barat, menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan pemasangan U-Ditch diduga dilakukan dalam kondisi dasar galian masih tergenang air dan berlumpur.

Pantauan Tim Investigasi Harapan Rakyat bersama Ketua Tim Investigasi LSM LP2I, Marangin, pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Duren Sawit, menemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas.

Di lokasi, U-Ditch terlihat diturunkan ke area galian yang masih terdapat genangan air dan lumpur. Excavator SANY juga tampak melakukan pengerukan pada dasar galian yang masih basah untuk mempersiapkan pemasangan berikutnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait kesiapan dasar galian sebelum U-Ditch dipasang. Apakah dasar galian telah dipadatkan, apakah dilakukan pengendalian air, serta apakah terdapat lantai kerja sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak, perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait.

Pemasangan U-Ditch diduga dilakukan dalam kondisi dasar galian masih tergenang air dan berlumpur.
Pemasangan U-Ditch diduga dilakukan dalam kondisi dasar galian masih tergenang air dan berlumpur.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut mempertanyakan metode pekerjaan tersebut.

“Kalau memang sudah sesuai aturan, jelaskan kepada masyarakat. Jangan hanya mengejar target cepat terpasang, sementara kondisi dasar dan kekuatannya tidak terlihat jelas. Kami yang nantinya menggunakan trotoar ini,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Hal senada disampaikan Anto, warga yang mengaku menyaksikan proses pekerjaan. Menurutnya, genangan air cukup tinggi berada di area galian ketika pekerjaan pemasangan U-Ditch berlangsung.

“Yang kami lihat, genangan air cukup tinggi, kemudian U-Ditch langsung diturunkan. Excavator kemudian mengeruk bagian untuk pemasangan berikutnya. Kami bukan ahli konstruksi, tetapi kalau memang ada metode khusus, seharusnya dijelaskan. Kalau memang tidak sesuai RAB, layak di Blacklist?” kata Anto.

Selain persoalan metode pemasangan U-Ditch, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Pantauan di lokasi menunjukkan perlunya penjelasan mengenai penerapan pengamanan area pekerjaan, termasuk rambu, pembatas lokasi, serta pengamanan terhadap utilitas yang berada di sekitar galian.

Kondisi kabel utilitas yang terlihat berada di sekitar area pekerjaan juga perlu dipastikan keamanannya oleh pelaksana dan pengawas agar tidak menimbulkan risiko bagi pekerja maupun masyarakat.

Sorotan berikutnya tertuju pada transparansi informasi proyek. Papan proyek yang difoto sekitar pukul 13.55 WIB di Jalan Pahlawan Revolusi No. 60 mencantumkan nama paket Pembangunan/Peningkatan Trotoar Pahlawan Revolusi Sisi Barat, Nomor Pesanan EP-01M0JKRFS4QFBNQEFF1HKN0P8X, Nomor SPMK 2853/PN.01.02, serta waktu pelaksanaan 114 hari kalender pada Agustus hingga Desember 2026 dan Tahun Anggaran 2026.

Papan proyek SDA Jakarta Timur.
Papan proyek Bina Marga Jakarta Timur.

Namun, berdasarkan dokumentasi yang diperoleh di lapangan, nilai kontrak tidak terlihat tercantum pada papan informasi tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi proyek kepada masyarakat, terlebih pekerjaan tersebut menggunakan anggaran pemerintah.

Nilai kontrak, sumber anggaran, penyedia jasa, konsultan pengawas, serta rincian informasi lain yang relevan semestinya dapat dijelaskan kepada publik melalui mekanisme keterbukaan informasi dan dokumen pengadaan yang berlaku. Karena itu, pihak Sudin Bina Marga Jakarta Timur perlu memberikan penjelasan mengenai nilai kontrak, spesifikasi teknis pekerjaan, serta dasar pelaksanaan pemasangan U-Ditch di lokasi tersebut.

Begitu pula dengan keberadaan konsultan pengawas PT Andalas Indah Rekatama. Peran pengawasan menjadi penting untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan PT Putra Sanggul Mas sesuai dengan spesifikasi teknis, metode kerja, mutu konstruksi, keselamatan kerja, dan ketentuan kontrak.

Tim investigasi juga meminta agar pihak terkait tidak hanya menjelaskan kondisi pekerjaan di lapangan, tetapi membuka dokumen yang relevan apabila diperlukan, termasuk kontrak, spesifikasi teknis, gambar kerja, serta item pekerjaan yang berkaitan dengan persiapan dasar pemasangan U-Ditch.

Apalagi, pekerjaan trotoar dan saluran merupakan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Kualitas pekerjaan tidak semestinya hanya dinilai dari cepatnya konstruksi terlihat selesai, tetapi juga dari proses pelaksanaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Terkait berbagai temuan tersebut, Tim Investigasi meminta Sudin Bina Marga Jakarta Timur melakukan pemeriksaan terhadap metode pemasangan U-Ditch dan memastikan apakah pekerjaan di lapangan telah sesuai dengan dokumen kontrak. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak berwenang perlu mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Tim investigasi juga meminta aparat pengawasan maupun penegak hukum melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi pelanggaran berdasarkan bukti dan dokumen yang dapat diverifikasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Sudin Bina Marga Jakarta Timur, PT Putra Sanggul Mas selaku pelaksana, dan PT Andalas Indah Rekatama selaku konsultan pengawas belum memberikan hak jawab atau penjelasan resmi terkait temuan tersebut.

Harapan Rakyat membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang disebutkan untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai fakta serta dokumen yang dimiliki. •lisbon sihombing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *