KAYUAGUNG, HR – Tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulo Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (24/9/2026).
Tim melakukan groundcheck setelah sistem mendeteksi hotspot atau firespot di wilayah tersebut. Mereka langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus mencari titik api.
Hasil pemeriksaan menunjukkan lahan desa dan masyarakat memiliki luas sekitar 50 hektare. Dari luas tersebut, kebakaran menghanguskan sekitar 30 hektare lahan.
Tim masih menemukan beberapa titik api di lokasi. Asap tebal juga terlihat di sejumlah area yang terbakar.
Tim gabungan melibatkan dua personel TNI, 10 personel RPK PT Dinamika, dan dua warga. Mereka menggunakan satu unit water tank serta dua mesin pompa air untuk mendukung proses pemadaman.
Tim mengambil sumber air dari kanal di sekitar lokasi. Personel kemudian melakukan pemadaman secara darat dengan menyasar titik api yang masih menyala.
Danramil 402-11/Tulung Selapan Kapten Arm Murod mengatakan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan. Tim juga melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas.
“Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla. Personel juga tetap melaksanakan monitoring terhadap perkembangan titik api agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Kapten Arm Murod.
Selain pemadaman, personel melakukan patroli darat di wilayah rawan Karhutla. Mereka juga memverifikasi hotspot dan memantau perkembangan kondisi di sekitar lokasi.
Kapten Arm Murod mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak,” tambahnya.
Hingga pemantauan terakhir, api belum sepenuhnya padam. Asap tebal masih terlihat di beberapa bagian lahan yang terbakar.
Tim juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan Karhutla. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali terjadi.
Petugas masih mencari penyebab kebakaran. Sementara itu, cuaca di lokasi terpantau cerah. Area tersebut memiliki jenis tanah mineral dengan sumber air dari kanal.
Tim gabungan akan terus menyiagakan personel dan peralatan. Mereka akan melanjutkan pemadaman serta pemantauan hingga kondisi lokasi benar-benar aman dan seluruh titik api padam.
