Ekonomi Lampung Selatan Tumbuh 5,71 Persen, Egi Dorong Kadin Perkuat Dunia Usaha

LAMSEL, KALIANDA, HR – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan mencapai 5,71 persen pada 2025. Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peluang usaha, lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 di Senaya Beach, Kalianda, Kamis (17/9/2026).

Egi menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan sebesar 5,71 persen menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk persoalan kemiskinan.

“Angka pertumbuhan ekonominya tertinggi di Provinsi Lampung dan juga angka kemiskinannya masih tinggi. Ini yang harus kita analisa bersama, kenapa seperti itu,” ujar Egi saat menyampaikan sambutan.

Egi menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Egi, Muskab Kadin menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan strategi untuk membaca peluang ekonomi dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah momentum untuk memperkuat bagaimana dunia usaha yang ada di Kabupaten Lampung Selatan mampu meningkatkan sinergitasnya dengan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Egi juga meminta pemerintah dan dunia usaha beradaptasi menghadapi perubahan zaman. Ia menilai kerja sama yang kuat dapat mempercepat realisasi berbagai peluang pembangunan di daerah.

“Zaman semakin berubah dan kita harus mampu berakselerasi. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Saya melihat dunia usaha dengan dunia politik atau dunia pemerintahan itu sama, seperti tutup botol dengan botol. Kalau bertemu, ini bisa klop,” ujarnya.

Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Egi menyebut sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Lampung Selatan. Ia juga menilai implementasi program pemerintah pusat di bidang pertanian dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Area pertanian ini memberikan dampak besar atau kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Lampung Selatan. Turunnya kebijakan dari pusat dengan keterkaitan program pertanian mampu membantu naiknya angka pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Di sisi lain, Egi menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan terus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Ia ingin pelaksanaan program pembangunan tidak sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, dalam pemerintahan saya dan Syaiful, prioritas utama adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyusun program pemerintah pusat dan menjadi etalase kabupaten yang berhasil menyukseskan program,” katanya.

Egi menilai Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan dunia usaha dan memperluas manfaat aktivitas ekonomi. Ia juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan gagasan, masukan, serta kritik terhadap proses pembangunan daerah.

Egi berharap Muskab VIII Kadin Lampung Selatan menghasilkan kepengurusan baru yang mampu menjalankan tanggung jawab organisasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.

“Saya berharap setelah Muskab ini, lahir kepengurusan yang mampu mengemban tanggung jawab, bisa berlari bersama menuju tujuan yang sama. Hari ini Lampung Selatan sangat terbuka dengan saran, masukan dan kritik,” kata Egi.

Muskab VIII Kadin Lampung Selatan Tahun 2026 mengusung tema “Membangun Sinergitas Bersama Stakeholder Menuju Lampung Selatan Maju”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan Muhammad Syaiful Anwar, Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli, Ketua Kadin Provinsi Lampung Muhammad Kadafi, serta anggota biasa dan luar biasa Kadin, asosiasi perusahaan, pengusaha, BUMN, BUMD, dan koperasi di Kabupaten Lampung Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *