Pemkab Taput Dorong Sijaba Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

TAPANULI UTARA, HR Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba menjadi pusat pengembangan pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi.

Langkah tersebut dimulai melalui gerakan pertanaman jagung di Desa Silaitlait, Kecamatan Siborongborong, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan itu juga menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju”.

Bupati Tapanuli Utara berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi lokasi produksi pertanian. Ia ingin Sijaba menjadi tempat masyarakat belajar dan mengembangkan pengetahuan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Utara menjelaskan bahwa pengembangan Sijaba tidak hanya berfokus pada jagung.

Pemkab Taput akan mengembangkan kawasan tersebut sebagai kawasan pertanian terpadu. Pengembangan itu mencakup berbagai jenis tanaman dan penerapan teknologi pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan mekanisasi pertanian untuk mendukung produktivitas. Rencana pengembangan juga mencakup jalan usaha tani, irigasi air tanah dalam, saung tani, serta sarana pendukung lainnya.

Bupati juga mengajak petani milenial memperkuat peran generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, keterlibatan anak muda penting untuk mendorong inovasi dan penggunaan teknologi.

Data Dinas Pertanian menunjukkan luas tanam jagung di Taput mencapai 24.355 hektare pada 2024. Produksinya tercatat 25.294,10 ton.

Pada 2025, luas tanam mencapai 21.990 hektare. Sementara itu, produksi jagung tercatat 129.267,04 ton.

Untuk 2026, Dinas Pertanian memproyeksikan luas tanam mencapai 23.538 hektare. Produksi jagung diperkirakan mencapai 129.692,64 ton.

Bupati menegaskan bahwa gerakan pertanaman jagung tidak boleh berhenti pada kegiatan tanam. Pemerintah harus mengawal proses hingga panen, pascapanen, pemasaran, dan hilirisasi.

“Kawasan pertanian terpadu ini harus menjadi model pengembangan pertanian. Mulai dari pengelolaan lahan, teknologi, mekanisasi, produktivitas, pendampingan petani, hingga pemasaran dan hilirisasi,” tegasnya.

Bupati meminta Dinas Pertanian melakukan pendampingan secara terukur. Keberhasilan Sijaba diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain.

Ia juga mengajak petani terbuka terhadap teknologi dan inovasi. Langkah tersebut dapat meningkatkan produktivitas, kemandirian, serta posisi tawar petani.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya jagung, tetapi harapan, kemandirian pangan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Tapanuli Utara,” ujarnya.

Pemkab Taput menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan juga penting. Sinergi tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan pertanian di Tapanuli Utara.

Usai pertanaman jagung, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers bersama insan pers. Bupati dan jajaran pemerintah daerah menyampaikan informasi tentang pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba.

Mereka juga membahas program pembangunan pertanian dan sejumlah agenda pemerintah daerah ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, BPS, pimpinan OPD, para camat, serta kepala desa se-Kecamatan Siborongborong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *