GOWA, HR — Kabupaten Gowa menjadi tuan rumah Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulawesi Selatan 2026. Sebanyak 2.389 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan tersebut.
KPMP Sulsel 2026 berlangsung di Bumi Perkemahan H.M. Yasin Limpo Cadika Gowa mulai Rabu (2/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menghadiri pembukaan kegiatan yang digelar Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
Darmawangsyah mengapresiasi Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan yang mempercayakan Gowa sebagai tuan rumah KPMP 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan aktivitas perkemahan.
KPMP juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.
“Kita berharap Kemah Madrasah ini dapat menghadirkan generasi muda yang tangguh ke depan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan dan Gowa senantiasa siap menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Darmawangsyah.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Gowa mengikutsertakan 27 regu dalam KPMP 2026. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbanyak dari seluruh kabupaten dan kota peserta di Sulawesi Selatan.
“Kalau Kabupaten Gowa sendiri membawa perwakilan sebanyak 27 regu dan menjadi salah satu yang terbanyak dari peserta lainnya dari kabupaten dan kota se-Sulsel,” katanya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, mengatakan KPMP 2026 menjadi bagian dari pembinaan generasi muda madrasah.
Menurut Ali, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Pramuka Penggalang dan Penegak untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemandirian dan kemampuan bekerja sama.
“Ini bukan sekadar kegiatan berkumpul, tetapi bagaimana meningkatkan potensi pembinaan Penggalang dan Penegak serta membentuk generasi muda yang memiliki kemandirian dan kemampuan bekerja sama,” ujar Ali Yafid.
KPMP Sulsel 2026 terdiri atas 1.089 peserta golongan Penggalang dan 1.300 peserta golongan Penegak. Ribuan pelajar madrasah tersebut datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Ali juga mengajak peserta memanfaatkan kemah untuk memperluas persahabatan, menambah pengalaman, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Manfaatkan perkemahan ini sebaik-baiknya. Bangun persahabatan dan pengalaman, cintai lingkungan, tanam pohon dan pelihara,” pesannya.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Ishak Iskandar, yang mewakili Gubernur Sulsel, mengapresiasi pelaksanaan KPMP 2026.
Menurutnya, kemah madrasah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan iman dan takwa, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan peserta didik.
Ia menilai generasi muda madrasah perlu memiliki karakter kuat, etika, kemampuan sosial, keterampilan, dan kecintaan terhadap tanah air. Untuk mewujudkannya, pemerintah membutuhkan sinergi dengan Kementerian Agama, pembina Pramuka, pendamping, dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar perkemahan biasa, tetapi wadah pembinaan karakter, iman dan takwa serta pengembangan jiwa kepemimpinan anak-anak madrasah. Kita ingin membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, berjiwa sosial dan cinta tanah air,” kata Ishak.
Ishak berharap seluruh rangkaian KPMP Sulsel 2026 menjadi pengalaman positif bagi peserta. Ia juga mendorong peserta membawa nilai kedisiplinan, persahabatan, kepemimpinan, dan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

