BELITUNG, HR — Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit membawa harapan baru bagi masyarakat. Jika sebelumnya warga hanya menikmati listrik sekitar 12 jam, kini PLTS mampu mendukung pasokan listrik hingga 24 jam.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menyambut positif pengembangan energi bersih tersebut. Ia mengikuti Launching & Groundbreaking PLTS 100 GWp secara virtual dari GEET Technopark Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Selasa (25/8/2026).
Menurut Hidayat, ketersediaan listrik 24 jam bukan hanya memberikan penerangan bagi masyarakat. Energi yang lebih andal juga membuka peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, mengembangkan usaha, mendukung sektor perikanan, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan investasi di pulau kecil tersebut.
“Selama ini masyarakat di Pulau Rengit mendapatkan listrik sekitar 12 jam. Dengan hadirnya PLTS ini, listrik dapat tersedia selama 24 jam. Ini tentu sangat membantu masyarakat, dengan investasi kurang lebih Rp15 miliar,” ujar Hidayat.
Hidayat berharap Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan energi bersih yang bisa diterapkan di pulau-pulau kecil lainnya, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
“Ini juga menjadi tempat percontohan bagi pengembangan energi di seluruh Indonesia. Dengan adanya listrik 24 jam, kita berharap aktivitas masyarakat semakin berkembang, investasi masuk, dan potensi ekonomi di Pulau Rengit semakin terbuka,” katanya.
Ketersediaan listrik sepanjang hari dapat mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat. Di sektor perikanan, pasokan listrik dapat menunjang penggunaan cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapat ruang lebih besar untuk meningkatkan produksi dengan dukungan listrik yang stabil. Sementara itu, sektor pariwisata memiliki peluang berkembang karena infrastruktur energi semakin andal.
Dengan kondisi tersebut, PLTS Pulau Rengit tidak hanya menghadirkan energi bersih. Program ini juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program PLTS di Pulau Rengit menjadi bagian dari agenda nasional PLTS 100 GWp yang dikoordinasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).
Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional.
Presiden menargetkan tambahan kapasitas PLTS sebesar 100 GWp dalam tiga tahun ke depan. Ia juga berharap target tersebut dapat tercapai lebih cepat.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan program tersebut bukan sekadar pembangunan proyek energi. Menurutnya, program PLTS 100 GWp menjadi bagian dari langkah besar menuju swasembada dan kedaulatan energi nasional.
Khusus di Kepulauan Bangka Belitung, Bahlil mengapresiasi langkah PLN yang mulai mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi bauran energi angin dan matahari. Langkah tersebut dapat mengurangi penggunaan solar sekaligus menghemat anggaran subsidi negara.
Bahlil menyebut kapasitas pembangkit listrik nasional yang masih bergantung pada solar mencapai 12,6 GW. Karena itu, percepatan konversi menuju energi terbarukan diharapkan dapat menekan konsumsi solar dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
Program PLTS 100 GWp juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Jika seluruh program terealisasi, potensi penurunan emisi karbon diperkirakan mencapai sekitar 140 juta ton CO₂ per tahun, dengan nilai ekonomi karbon sekitar Rp6,31 triliun.
Bagi Kepulauan Bangka Belitung, Pulau Rengit menjadi contoh bahwa transisi energi dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Perubahan dari listrik 12 jam menjadi 24 jam diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi. Masyarakat juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha dan mengoptimalkan potensi wilayah.
Rangkaian acara nasional tersebut ditutup dengan penekanan tombol seremonial peluncuran program PLTS 100 GWp oleh Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
