JAKARTA, HR — Silaturahmi antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dengan masyarakat Jakarta Barat bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, sekaligus menyatukan langkah menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan wilayah.
Kegiatan Silaturahmi Bersama Forkopimko Kota Administrasi Jakarta Barat digelar di Balai Warga RW 10, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Pertemuan itu mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, penegak hukum serta berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mendekatkan pemerintah dan aparat dengan masyarakat sekaligus menyerap langsung berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.
“Kita sekalian berkenalan, sekalian ingin menyambangi warga, tukar pikiran, dan terus membangun kebersamaan. Barangkali ada hal-hal yang nanti bisa kita diskusikan dan kita obrolkan dengan santai,” ujar Iin, Senin (25/08/2026).
Menurutnya, menciptakan Jakarta Barat yang aman dan kondusif tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan.
Iin juga menegaskan bahwa Jakarta Barat tidak ingin terus dikaitkan dengan stigma “Gotham City” sebagaimana sempat muncul dalam pemberitaan. Ia menilai kondisi wilayah harus dilihat secara objektif karena aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman di berbagai kawasan.
“Kita enggak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat tidak aman? Malam hari saja masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas,” tegasnya.
Ia memastikan forum komunikasi dan dialog bersama masyarakat akan terus digelar di kecamatan lainnya. Langkah tersebut diharapkan membuat komunikasi antara pemerintah, aparat dan masyarakat semakin dekat sehingga persoalan di tingkat lingkungan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya.
“Alhamdulillah kita telah membuktikan Jakarta Barat. Hari ini kita mulai perdana dan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” ungkap Iin.
Tokoh Pemuda Jakarta Barat H. Umar Abdul Aziz, S.Pd., S.H., M.H., selaku penggagas kegiatan, mengatakan pertemuan tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi terbuka antara masyarakat dengan jajaran Forkopimko.
Menurut Umar, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan komunikasi langsung sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Karena itu, forum seperti ini dinilai penting untuk mempertemukan warga dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelesaian masalah.
“Alhamdulillah berkat dukungan stakeholder semua yang ada di sini, kita dapat berkumpul. Momentum yang baik ini kita harapkan apa yang menjadi kendala-kendala di Jakarta Barat nanti dapat dijelaskan dan problem solving ini menjadi acuan kita ke depannya sebagai warga Jakarta Barat,” kata Umar.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
Nasriadi juga mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian terhadap pergaulan anak-anak sehingga terhindar dari tawuran, narkoba dan berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
“Mari kita menjadi polisi bagi kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan,” ujar Nasriadi.
Senada, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum disebarluaskan.
“Harus dicek betul apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” katanya.
Ia mengajak masyarakat bersama-sama menolak penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan informasi provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Arief Indra Kusuma Adhi menegaskan, seluruh unsur Forkopimko memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.
“Tugas kami adalah menjaga agar Jakarta Barat ini menjadi kota yang bisa melayani dan melindungi warganya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Shinta Purwitasari, jajaran Pemkot Administrasi Jakarta Barat, para ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pengusaha dan insan pers.
Pertemuan di Meruya Utara itu pun diharapkan menjadi titik awal penguatan komunikasi lintas sektor hingga ke tingkat kecamatan dan lingkungan warga. Kolaborasi tidak berhenti di meja pertemuan, tetapi diharapkan berlanjut dalam bentuk kepedulian dan tindakan nyata di tengah masyarakat.
Dengan sinergi pemerintah, aparat keamanan, penegak hukum dan masyarakat, Jakarta Barat diharapkan semakin mampu menjaga situasi tetap aman, nyaman, tertib dan kondusif.
Sebab, menjaga Jakarta Barat bukan semata-mata tugas aparat. Keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang menjadikan Jakarta Barat sebagai rumah bersama. •dit/sam
