JAKARTA, HR – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Barat bersama Asosiasi Pedagang Ikan Cengkareng (APIC) akan menggelar kegiatan edukasi dan pengenalan ikan hias serta ikan air tawar khas Indonesia bagi pelajar tingkat TK, PAUD hingga sekolah dasar (SD).
Kegiatan yang dikemas sebagai sarana edukasi sekaligus pengenalan kekayaan perikanan Nusantara tersebut akan berlangsung di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Air Tawar Cenderawasih Cengkareng, Jakarta Barat, mulai 26 Agustus 2026 hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Ketua Pelaksana, H. Sampurno, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan berbagai jenis ikan kepada anak-anak, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai kekayaan alam Indonesia yang memiliki keanekaragaman ikan hias dan ikan air tawar.
“Selain mengenalkan jenis ikan kepada anak-anak, kegiatan ini juga mengedukasi mereka tentang kekayaan alam Indonesia dengan berbagai jenis ikan hias,” ujar Sampurno.
Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut diharapkan menjadi pengalaman baru dan menyenangkan bagi para pelajar. Anak-anak tidak hanya melihat berbagai jenis ikan secara langsung, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai keberagaman sumber daya perikanan Indonesia.
Sampurno menambahkan, pihak panitia berencana mengundang Wali Kota Administrasi Jakarta Barat untuk membuka kegiatan tersebut.
“Insyaallah dalam pembukaan nanti, panitia akan mengundang Ibu Wali Kota untuk membuka kegiatan edukasi ini,” katanya.
Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan pengetahuan sekaligus rasa cinta terhadap kekayaan alam Indonesia sejak usia dini.
“Saya rasa kegiatan seperti ini baru pertama kali digelar di Jakarta Barat. Ini sangat baik untuk anak-anak, terutama dalam mengenal berbagai jenis ikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua APIC Bryan Ghautama menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran para pelajar dan masyarakat umum di TPHP Cengkareng dapat menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang menarik sekaligus membuka wawasan generasi muda mengenai potensi perikanan air tawar Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar melihat ikan. Anak-anak akan mendapatkan pengalaman edukasi yang menyenangkan. Mereka dapat mengenal berbagai jenis ikan, memahami keberagaman kekayaan perikanan Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan sejak usia dini,” ungkap Bryan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat, khususnya orang tua dan guru, diharapkan dapat mengajak anak-anak datang langsung ke lokasi untuk mengenal beragam ikan air tawar Nusantara.
Selain mendapatkan pengalaman baru, para pelajar juga dapat belajar bahwa Indonesia memiliki kekayaan perikanan yang sangat beragam dan bernilai, sehingga perlu dikenal, dicintai, serta dilestarikan sejak generasi muda.
Kegiatan ini terbuka bagi pelajar TK, PAUD, SD maupun masyarakat umum. Kehadiran TPHP Cengkareng diharapkan tidak hanya menjadi tempat promosi hasil perikanan, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan ikan air tawar Indonesia.
Lokasi kegiatan berada di TPHP Air Tawar Cenderawasih Cengkareng, Jakarta Barat, mulai 26 Agustus 2026.
Dengan konsep edukasi yang dikemas secara menarik, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kekayaan alam Indonesia.
TPHP Cengkareng pun diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan ikan air tawar Nusantara. •sam/jm
