JAKARTA – Kabar duka menyelimuti kota Bandung menyusul kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang anggota Sat Samapta Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara. Kejadian tragis ini sontak menjadi perhatian publik, terutama setelah munculnya pernyataan tak terduga: permohonan maaf resmi dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Ya, sebuah institusi sebesar TNI AD menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf yang mendalam atas insiden yang terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Minggu (9/8) dini hari tersebut. Pernyataan ini menunjukkan komitmen serius dan kepedulian yang tinggi terhadap insiden yang melibatkan kendaraan personelnya, meskipun saat kejadian dikemudikan oleh warga sipil.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono secara lugas menyampaikan permohonan maaf tersebut. Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8), Donny tidak hanya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Aiptu Asep Suhara dan keluarga besar Polri, tetapi juga secara terang-terangan menyatakan permintaan maaf atas musibah yang terjadi.
“Pertama-tama, atas nama Pussenkav TNI AD, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung, dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan keluarga besar Polri,” ujar Donny. Beliau juga menambahkan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan berat ini.
Kecelakaan nahas itu terjadi sekitar pukul 03.25 WIB. Sebuah mobil Honda Civic Ferio yang merupakan milik personel Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD terlibat dalam insiden tersebut. Namun, saat kejadian, mobil itu dikemudikan oleh seorang warga sipil berinisial A atau Adham.
Aiptu Asep Suhara, yang saat itu sedang menjalankan tugas, diduga ditabrak dari arah belakang oleh mobil yang dikemudikan Adham. Ironisnya, setelah kejadian, pengemudi disebut meninggalkan lokasi dan sempat kembali ke sebuah kafe di kawasan Simpang Lima. Detik-detik tragis ini kini menjadi fokus utama penyelidikan untuk mengungkap kebenaran secara utuh.
Menanggapi serius insiden ini, Pussenkav TNI AD tidak tinggal diam. Brigjen Donny Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Polisi Militer Kodam (Pomdam) III/Siliwangi dan Polrestabes Bandung. Langkah ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanganan kasus.
Lebih lanjut, tiga personel TNI AD yang memiliki keterkaitan dengan mobil tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan internal. “Masing-masing satu orang selaku pemilik kendaraan dan dua orang lainnya yang merupakan penumpang di mobil tersebut, saat ini sedang menjalani pemeriksaan internal untuk mendalami fakta dan kronologi secara menyeluruh,” terang Donny.
Pihak TNI AD menegaskan bahwa proses hukum terhadap pengemudi, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, akan terus berjalan. Komitmen untuk menegakkan keadilan dan transparansi menjadi prioritas utama. Polisi sendiri telah memeriksa tujuh saksi, serta mengandalkan rekaman CCTV dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut tuntas kecelakaan maut ini.
Pussenkav TNI AD menegaskan akan menghormati dan mendukung penuh seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Brigjen Donny Pramono menjamin bahwa pemeriksaan internal terhadap personel TNI AD akan dilakukan secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel TNI AD, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kami berkomitmen menangani peristiwa ini secara transparan dan profesional, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganannya berjalan dengan baik,” tegas Donny. Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam kasus yang menyita perhatian publik ini, demi tegaknya keadilan dan kepercayaan masyarakat.
