DEPOK, HR — Pembangunan kantor baru Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, terus berjalan. Proyek tersebut menggunakan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok sebesar Rp7.237.861.816,79.
Lurah Meruyung, Asep Suherman, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Depok yang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kantor kelurahan baru. Menurutnya, gedung tersebut akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang sudah mengalokasikan anggaran untuk membangun kantor Kelurahan Meruyung,” ujar Asep kepada wartawan Harapan Rakyat.
Pembangunan gedung baru tersebut merupakan hasil lelang tahun 2026. CV Tetra D Jaya Mandiri mengerjakan proyek tersebut. Sementara itu, CV Inti Karya Mitra Selaras bertindak sebagai konsultan supervisi.
Asep mengatakan dirinya rutin memantau perkembangan proyek. Ia menilai kualitas pekerjaan sejauh ini cukup baik.
“Setiap saya melakukan survei, saya melihat kualitas pekerjaannya bagus. Saya berharap proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.
Menurut Asep, kantor kelurahan memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik. Karena itu, pemerintah perlu menyediakan gedung pelayanan yang nyaman dan layak.
“Kantor pelayanan masyarakat juga harus bagus. Dengan begitu, semangat kerja aparatur ikut terdorong dan masyarakat mendapat pelayanan yang lebih baik,” tuturnya.
Selain pembangunan kantor kelurahan, Asep menyebut program alokasi Rp300 juta per RW di Kelurahan Meruyung juga berjalan dengan baik. Pemerintah kelurahan terus menampung usulan pembangunan dari setiap RW.
Usulan tersebut menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah. Pemerintah kelurahan kemudian menyusun usulan tersebut berdasarkan skala prioritas.
“Usulan dari semua RW kami terima untuk dilaksanakan. Saat ini kami juga sedang merampungkan usulan tersebut agar dapat menjadi skala prioritas pembangunan,” jelas Asep.
Kelurahan Meruyung juga menjalankan program wajib Pemerintah Kota Depok, yakni Wisata Keberagaman di seluruh RW.
Asep mengatakan masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Kegiatan rekreasi bersama menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara warga, RT, RW, tokoh masyarakat, dan aparatur kelurahan.
“Program Wisata Keberagaman memang bagus. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara warga, RW, tokoh masyarakat, dan pemerintah,” katanya.
Asep berharap Pemkot Depok dapat meningkatkan anggaran program Wisata Keberagaman pada masa mendatang. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, ia berharap semakin banyak warga yang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menegaskan pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan. Pemerintah kelurahan akan terus mengawal setiap usulan warga agar pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. vero
