LANDAK, HR — Pemerintah Kabupaten Landak membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang. Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjadikan pembenahan tersebut sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah.
TPA tersebut sebenarnya dirancang menggunakan sistem sanitary landfill. Namun, kerusakan sejumlah alat berat membuat operasional di lapangan belum berjalan optimal. Kondisi itu membuat pengelolaan sampah saat ini masih menyerupai sistem open dumping.
Karolin meninjau langsung kondisi TPA tersebut. Ia mengatakan pemerintah daerah akan mencari solusi untuk memperbaiki operasional dan infrastruktur TPA.
“Sebenarnya TPA ini harusnya menerapkan sanitary landfill. Namun, karena beberapa alat berat kita mengalami kerusakan, kondisi di lapangan terlihat seperti open dumping. Padahal, secara luasan lahan, lokasi ini masih sangat memungkinkan untuk penerapan sistem yang lebih ramah lingkungan tersebut,” ujar Karolin, Senin (19/1/2026).
Karolin akan berkoordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah untuk mencari solusi pendanaan. Pemerintah ingin memperbaiki alat berat sekaligus mendukung operasional TPA.
Selain persoalan alat berat, Karolin menyoroti pengelolaan retribusi sampah. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memenuhi kewajiban membayar retribusi.
Kondisi tersebut ikut memengaruhi kemampuan pemerintah dalam membiayai operasional pengelolaan sampah. Karena itu, Karolin mengajak masyarakat ikut bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah.
Ia juga menilai pemilahan sampah dari rumah tangga belum berjalan optimal. Padahal, pemilahan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Ke depan, ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mulai memilah sampah. Jika dipilah, sampah ini bisa dimanfaatkan kembali, misalnya menjadi maggot untuk pakan ternak atau diolah menjadi briket bahan bakar,” tambahnya.
Pemkab Landak juga menggandeng Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak untuk mengkaji pengelolaan sampah. Pemerintah berharap kerja sama tersebut menghasilkan solusi teknologi dan manajemen yang sesuai dengan kondisi Landak.
Karolin akan mengagendakan diskusi lanjutan dengan akademisi Untan. Pembahasan itu akan membahas konsep pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Selain membenahi TPA, pemerintah juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat. Pemkab Landak ingin mendorong warga mengelola sampah sejak dari rumah.
“Kami berharap bisa menemukan solusi yang komprehensif. Selain perbaikan sistem di hilir (TPA), sosialisasi kepada masyarakat untuk mengelola sampah dengan bijaksana sejak dari hulu adalah hal yang mutlak dilakukan,” pungkasnya.
Pemkab Landak berharap pembenahan pengelolaan sampah dapat mengurangi dampak lingkungan. Pemerintah juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar pengelolaan sampah berjalan dari hulu hingga hilir. lundak pakpahan
