Pemkab Lampung Selatan Segera Perbaiki Jalan RA Basyid

LAMSEL, HR —Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan perbaikan Jalan RA Basyid di Kecamatan Jati Agung segera dimulai. Ruas jalan yang menjadi akses utama penghubung Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung itu kini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses kontrak pekerjaan rampung.

Selama beberapa waktu terakhir, kondisi Jalan RA Basyid menjadi perhatian masyarakat karena mengalami kerusakan di sejumlah titik. Lubang yang cukup dalam dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Bahkan, warga sempat memasang ban bekas sebagai penanda agar pengendara lebih waspada.

Sebagai jalur penghubung utama, Jalan RA Basyid setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan bertonase besar. Tingginya volume lalu lintas membuat kerusakan jalan kerap menimbulkan kemacetan, ketidaknyamanan, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran penanganan jalan tersebut pada Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ruas Jalan Karang Sari–Batas Bandar Lampung memiliki panjang 4,47 kilometer. Dari total panjang tersebut, sepanjang 450 meter berkondisi baik, 1.600 meter berkondisi sedang, 2.090 meter mengalami kerusakan ringan, dan 330 meter tergolong rusak berat.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.130.985.584 untuk merehabilitasi ruas jalan tersebut dengan target penanganan sepanjang 750 meter menggunakan konstruksi AC-WC.” ujar Hendry, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, kontrak pekerjaan telah ditandatangani dengan CV. Bintang Artha Nagendra melalui Nomor Kontrak 118/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026 tertanggal 30 Juli 2026. Saat ini, penyedia jasa tengah melakukan persiapan sebelum memulai pekerjaan di lapangan.

Hendry mengakui masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perbaikan. Namun, pemerintah harus menyesuaikan pelaksanaan pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah sehingga penanganan dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, pemerintah memprioritaskan ruas jalan berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program perbaikan disusun sesuai skala prioritas agar anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Keluhan masyarakat menjadi perhatian kami. Pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Kami berharap masyarakat mendukung proses pembangunan agar perbaikan Jalan RA Basyid berjalan lancar dan dapat meningkatkan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan,” tutup Hendry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *