DOLOKSANGGUL, HR — Material proyek revitalisasi UPT TK Negeri Pembina 007 Nagasaribu III di Desa Nagasaribu III, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis pekerjaan dengan material yang tersedia di lapangan.
Temuan tersebut diperoleh Harapan Rakyat Online saat melakukan peninjauan ke lokasi proyek pada Jumat (31/7/2026). Berdasarkan pengamatan di lapangan, material besi yang digunakan diduga berbeda dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi proyek, revitalisasi tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp334.612.671,21 dan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Dalam dokumen spesifikasi teknis pekerjaan, konstruksi bangunan disebut menggunakan besi beton ulir (BJTS). Namun, material yang terlihat di lokasi diduga berupa besi beton polos. Temuan itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis proyek.
Dikonfirmasi terkait pengadaan material, Kepala UPT TK Negeri Pembina 007 Nagasaribu III, Balige Aritonang, mengatakan seluruh material dibeli langsung dari toko bangunan.
“Saya yang pesan ke toko,” ujarnya.
Namun, Balige tidak menjelaskan apakah pengadaan material tersebut telah mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis pekerjaan, termasuk terkait penggunaan besi beton ulir sebagaimana tercantum dalam dokumen proyek.
Konfirmasi juga dilakukan kepada Pengawas Proyek Revitalisasi UPT TK Negeri Pembina 007 Nagasaribu III, Reynold Batu Bara, pada Senin (3/8/2026). Ia menyatakan material besi belum tercantum dalam RAB proyek.
Menurut Reynold, besi yang saat ini digunakan merupakan inisiatif pihak pelaksana dan akan diajukan dalam perubahan anggaran.
“Semua besi itu masih inisiatif kami untuk membelinya karena perlu. Nanti akan kami ajukan ke perubahan anggarannya,” katanya.
Saat ditanya apakah kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan material belum direncanakan sejak awal, Reynold meminta agar dokumen RAB terlebih dahulu diperlihatkan sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Tunjukkan saja dulu RAB aslinya secara utuh. Barulah saya klarifikasi lagi,” ujarnya.
Dalam pekerjaan konstruksi yang dibiayai menggunakan anggaran negara, kesesuaian material dengan spesifikasi teknis merupakan aspek penting karena berkaitan dengan mutu bangunan, keselamatan konstruksi, serta akuntabilitas penggunaan keuangan negara.
Temuan di lapangan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan dokumen maupun pengecekan teknis oleh pihak yang berwenang untuk memastikan kesesuaian material dengan spesifikasi pekerjaan. Harapan Rakyat Online akan terus mengawal perkembangan persoalan ini. sihar.lg
