SUKABUMI, HR — Pemerintah Kota Sukabumi mengembangkan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SSAI) sebagai inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi kinerja aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memperkuat kondisi fiskal daerah.
Program tersebut menjadi langkah strategis Pemkot Sukabumi dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mempercepat proses kerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pengembangan SSAI dilatarbelakangi oleh tingginya proporsi belanja pegawai yang telah melampaui 30 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menerapkan dua strategi utama, yaitu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memberlakukan moratorium terbatas terhadap penerimaan pegawai.
Melalui SSAI, pemerintah menghadirkan sistem kecerdasan buatan yang mampu membantu ASN menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih cepat, akurat, dan efisien. Teknologi tersebut diharapkan memungkinkan pekerjaan yang sebelumnya ditangani oleh dua hingga tiga pegawai dapat diselesaikan oleh satu pegawai dengan dukungan sistem AI.
Selain meningkatkan produktivitas, SSAI juga akan mendukung kepala daerah, kepala perangkat daerah, dan seluruh ASN dalam mengelola pemerintahan berbasis data yang terintegrasi dan real-time.
Sistem ini juga memudahkan akses terhadap berbagai informasi spesifik mengenai Kota Sukabumi sehingga proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat.
Dengan penerapan Sukabumi Smart Artificial Intelligence, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kualitas tata kelola pemerintahan semakin modern, efisien, dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih optimal kepada masyarakat. ida
