700 Kapal Ikan Direlokasi Dukung Bali Maritime Tourism Hub

DENPASAR, HR — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (21/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pengembangan marina berjalan sesuai rencana serta mendukung pembangunan kawasan wisata bahari yang berkelanjutan.

Dalam peninjauan itu, AHY menerima paparan dari PT Pelindo bersama sejumlah pemangku kepentingan mengenai perkembangan proyek BMTH. Salah satu tahapan utama yang dipersiapkan ialah relokasi sekitar 700 kapal penangkap ikan dari Pelabuhan Benoa ke pelabuhan baru yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

AHY menjelaskan relokasi kapal perikanan menjadi langkah penting agar kawasan Pelabuhan Benoa dapat difokuskan sebagai marina berstandar internasional. Kawasan tersebut nantinya ditargetkan mampu menampung hingga 188 yacht serta sejumlah kapal pesiar.

“Hal ini diharapkan dapat mendatangkan semakin banyak wisatawan dari berbagai negara. Wisatawan mancanegara, khususnya yang termasuk kategori high spending tourism, juga menjadi target yang ingin kita tarik,” ujar AHY.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kartono, mengatakan pembangunan pelabuhan baru akan segera dimulai. Penandatanganan kontrak dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026, sedangkan peletakan batu pertama (groundbreaking) direncanakan pada pekan ketiga Agustus 2026.

Menurut Kartono, proses pemindahan kapal akan berlangsung secara bertahap pada 2027 setelah fasilitas pelabuhan baru selesai dibangun. Pemerintah menargetkan seluruh relokasi rampung pada akhir 2028.

“Timeline pemindahan kapal-kapal yang saat ini berada di kawasan ini direncanakan berlangsung pada tahun 2027. Dengan demikian, pada akhir tahun 2028 diharapkan seluruh proses relokasi telah selesai,” jelas Kartono.

Ia menambahkan, sosialisasi kepada para nelayan telah dilakukan dan mereka menyatakan siap mengikuti proses relokasi. Aktivitas penangkapan ikan tetap berjalan di wilayah yang sama karena perubahan hanya terjadi pada pelabuhan pangkalan.

Pelabuhan perikanan baru juga akan memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Luas kawasan daratan akan meningkat dari sekitar 14 hektare menjadi 49 hektare, sedangkan kolam pelabuhan mencapai sekitar 80 hektare untuk mendukung aktivitas perikanan yang lebih optimal.

Pemerintah berharap relokasi sekitar 700 kapal penangkap ikan dapat mempercepat pengembangan Bali Maritime Tourism Hub sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas bagi nelayan tanpa mengganggu aktivitas perikanan di Bali. dyra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *