BEKASI, HR — DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat Tahun 2026. Dukungan tersebut mencakup penguatan anggaran, koordinasi lintas daerah, serta tata kelola penyelenggaraan yang akuntabel.
Komitmen itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, usai meninjau kesiapan venue PORPROV XV di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026).
Hasbullah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran penyelenggaraan PORPROV melalui APBD Tahun Anggaran 2026. Namun, hasil pembahasan bersama KONI Jawa Barat menunjukkan masih ada kebutuhan anggaran yang perlu dievaluasi.
“Buktinya kita mendukung penyelenggaraan PORPROV ini. Seluruh cabang olahraga dipertandingkan dan anggarannya sudah dialokasikan melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Namun apabila masih dirasakan kurang, tentu akan kami bahas kembali bersama TAPD pada perubahan anggaran sehingga penyelenggaraan PORPROV dapat berjalan optimal,” ujar Hasbullah.
Ia menjelaskan, anggaran APBD Provinsi difokuskan untuk membiayai pelaksanaan pertandingan, termasuk kebutuhan dewan juri, wasit, dan panitia. Sementara itu, pemerintah kabupaten dan kota penyelenggara bertanggung jawab menyediakan dukungan logistik serta transportasi lokal.
Hasbullah menilai PORPROV merupakan ajang strategis untuk membina atlet Jawa Barat menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus memberikan dukungan penuh agar pembinaan atlet berjalan maksimal.
Menurutnya, apabila diperlukan penambahan hibah kepada KONI Jawa Barat, prosesnya harus dibahas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain tiga tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor, sejumlah daerah pendamping juga akan menjadi lokasi pertandingan beberapa cabang olahraga. Karena itu, seluruh daerah yang terlibat harus menyiapkan anggaran dan fasilitas pendukung secara optimal.
“Kita juga perlu memastikan daerah pendamping benar-benar siap. Jangan sampai menjadi lokasi pertandingan tetapi belum menyiapkan dukungan anggaran. Ini harus dikonsolidasikan melalui koordinasi bersama seluruh pemerintah daerah yang terlibat,” katanya.
Hasbullah menambahkan, penyelenggaraan PORPROV selama 13 hari diperkirakan mampu menggerakkan perekonomian daerah. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, panitia, dan masyarakat akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyediakan ruang khusus bagi UMKM di setiap venue pertandingan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Momentum PORPROV harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Di setiap venue sebaiknya disediakan area khusus bagi UMKM dan pelaku usaha lokal agar mereka ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event olahraga terbesar di Jawa Barat ini,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Hasbullah mengingatkan seluruh pihak agar menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran. Menurutnya, keberhasilan PORPROV tidak hanya diukur dari prestasi atlet, tetapi juga dari dampak ekonomi dan tertibnya administrasi.
“Target kita ada tiga, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, dan sukses administrasi. Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan agar PORPROV XV Jawa Barat benar-benar menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. horaz
