MAJALENGKA, HR — Pemerintah Kecamatan Leuwimunding resmi meluncurkan inovasi Simpatik Paman Bansos (Sistem Penempelan Stiker Penerima Manfaat Bantuan Sosial), Rabu (5/2/2026).
Peluncuran inovasi tersebut dilakukan langsung oleh Camat Leuwimunding, Wawan Kurniawan, didampingi unsur muspika Kecamatan Leuwimunding. Program ini menjadi wujud komitmen pemerintah kecamatan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Inovasi Simpatik Paman Bansos berupa penempelan stiker di rumah penerima manfaat bantuan sosial. Stiker tersebut berfungsi sebagai penanda penerima bansos sekaligus sarana kontrol sosial agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Camat Leuwimunding, Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan mencegah terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial serta membuka ruang pengawasan bersama oleh masyarakat.
“Dengan adanya Simpatik Paman Bansos, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat diawasi secara bersama-sama oleh masyarakat,” ujar Wawan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut demi mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pemerintah Kecamatan Leuwimunding optimistis inovasi ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan bantuan sosial sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah di bidang kesejahteraan sosial.
Salah seorang warga Leuwimunding, Asep (45), menyambut baik peluncuran inovasi tersebut. Menurutnya, program Simpatik Paman Bansos dapat membantu memastikan bantuan sosial diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan adanya stiker penerima bansos ini, jadi lebih jelas siapa yang memang berhak menerima. Kalau ada yang tidak tepat sasaran, masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (38), warga lainnya. Ia menilai inovasi tersebut sebagai langkah positif dalam menciptakan keterbukaan dan keadilan penyaluran bantuan sosial.
“Program ini bagus, jadi penyaluran bantuan lebih transparan dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” katanya.
Warga berharap inovasi Simpatik Paman Bansos dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. lintong








