NGABANG, HR — Kerusakan ruas jalan Pahauman–Saham di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, terus menjadi sorotan masyarakat. Kondisi jalan yang rusak berat dinilai mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna.
Sejumlah warga menyebut kerusakan diduga dipicu oleh aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari. Truk pengangkut kelapa sawit milik PT Gemilang Sawit Kencana disebut kerap menggunakan jalur tersebut dengan intensitas tinggi.
Warga juga menduga kendaraan mengangkut muatan melebihi kapasitas sehingga mempercepat kerusakan jalan.
Media Harapan Rakyat telah mengirimkan surat konfirmasi kepada DPRD Kabupaten Landak untuk meminta penjelasan terkait fungsi pengawasan terhadap kondisi tersebut.
Surat bernomor 037/HR-LP/IV/2026 tertanggal 6 April 2026 itu diterima pada 7 April 2026 oleh staf DPRD. Dalam surat tersebut, redaksi meminta penjelasan terkait langkah pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait.
“Kerusakan jalan ini sudah menyangkut keselamatan masyarakat dan aktivitas ekonomi warga,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
DPRD juga diminta menjelaskan upaya penertiban terhadap kendaraan over tonase yang diduga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Namun hingga batas waktu yang diberikan terlampaui, DPRD Kabupaten Landak belum memberikan tanggapan resmi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait optimalisasi fungsi pengawasan DPRD terhadap persoalan infrastruktur.
Sementara itu, aktivitas kendaraan angkutan di ruas jalan tersebut masih berlangsung dan kondisi jalan dilaporkan terus memburuk.
Redaksi Harapan Rakyat menyatakan akan terus mengawal persoalan ini serta membuka ruang hak jawab kepada DPRD Kabupaten Landak dan pihak perusahaan jika memberikan klarifikasi di kemudian hari. lp








