PANGKALPINANG, HR – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, yang akrab disapa Udin, untuk pertama kalinya tampil dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Kamis (16/10/2025). Dalam kesempatan itu, Prof Udin menyoroti defisit anggaran daerah dan menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.
Sidang paripurna keenam masa persidangan I tahun 2025 tersebut mengagendakan tiga hal penting, yaitu laporan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar), penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2026, serta sambutan Wali Kota Pangkalpinang terhadap nota kesepakatan itu.
Dalam sambutannya, Prof Udin menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas pembahasan KUA-PPAS yang memperhatikan kepentingan masyarakat. Ia mengakui adanya penurunan anggaran yang cukup signifikan, terutama dari dana transfer pusat ke daerah.

“Kami melihat anggaran Kota Pangkalpinang tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup besar, terutama dari dana transfer. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Pangkalpinang, tetapi juga di banyak daerah lain. Namun, kita harus tetap optimistis dan kreatif dalam mengelola keuangan daerah,” ujar Udin.
Wali Kota Udin juga menegaskan komitmen Pemkot untuk mengoptimalkan sektor PAD yang masih memiliki potensi besar, seperti pajak restoran, reklame, retribusi sampah, kompensasi lahan perumahan, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Pajak restoran, reklame, hingga retribusi sampah dan PBB akan kami tingkatkan. Saat ini baru sekitar 40 persen masyarakat memiliki PBB, sisanya akan kami dorong melalui registrasi tanah agar terdata dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Prof Udin menyoroti implementasi Perda parkir berlangganan yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik dan rasa keadilan bagi masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal program prioritas tahun 2026.

“Kami berharap dukungan penuh dari DPRD agar sinergi eksekutif dan legislatif berjalan baik. Optimalisasi pelayanan publik dan peningkatan PAD menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Udin mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun anggaran serta menempatkan setiap rupiah pada kebutuhan prioritas masyarakat.
“Kegiatan yang sifatnya sekunder akan kita tunda. Fokus kita pada program primer yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Hadir dalam sidang paripurna tersebut Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD, Sekwan, Sekda, TNI-Polri, serta jajaran OPD, camat, dan lurah Kota Pangkalpinang. agus priadi








