Reses Abdulloh, Didominasi Keluhan PDAM

BALIKPAPAN, HR – Reses Abdulloh S.Sos selaku Ketua DPRD Balikpapan, pada pertengahan bulan lalu dilaksanakan di rumah dinasnya, serta dihadiri ketua RT, beberapa SKPD, Lurah, Camat dan tokoh masyarakat dari dapil Balikpapan Utara.
Abdulloh meminta agar warganya menyampaikan keluhan maupun kepuasan warga dari hasil pencapaian pembangunan di wilayah RT masing-masing. Sebelum memulai tanya jawab, Abdulloh menyampaikan pembangunan Gedung Serbaguna Batu Ampar telah dilakukan pekerjaan pembangunannya yang memakan dana APBD Balikpapan Rp13 M.
“Gedung Serbaguna itu sementara dibangun. Tapi saya masih heran kok ada warga yang tidak setuju dengan pembangunan itu. Padahal dasar pembangunan Gedung Serba Guna Batu Ampar dari hasil permintaan warga pada reses-reses tahun lalu”, kata Abdulloh.
“Jangan hanya mengeluh dan mencak-mencak menuntut pembangunan, nah para ketua RT yang sudah menikmati pembangunan dari aspirasinya ya disampaikan juga kepada kami. Jadi anggota DPRD bukan hanya dijadikan tempat curhat saja, tetapi juga menjadi teman untuk bercerita suka ria”, kata Abdullah saat membuka Reses.
Pada pertemuan itu, keluhan tentang PDAM masih mendominasi. Baik dari pelayanan maupun kualitas dan kebutuhan pemasangan kilometer baru PDAM yang semakin ribet. Setiap pemasangan baru pelanggan PDAM diwajibkan mengantongi IMB sebagai persyaratan mutlak. Menurut para ketua RT, masih banyak titik wilayah aliran PDAM yang mengalir temporary (sewaktu-waktu). Terlebih lagi mayoritas pemukiman warga berada di lereng-lereng perbukitan (gunung).
“Kami yang tinggal di Gunung Pipa dan Gunung Polisi, Kelurahan Muara Rapak sudah satu tahun air PDAM hanya mengalir pada saat tengah malam. Belum pernah air PDAM mengalir pada siang hari”, kata seorang ketua RT dari Muara Rapak.
Warga yang hadir menginformasikan bahwa di wilayah Batu Ampar air hanya mengalir satu minggu dan satu minggu tidak mengalir. PDAM juga dinilai warga terlalu banyak wacana untuk pemasokan bahan baku air air bersih seperti pembangunan Waduk Teritip, Waduk Sungai Bugis di kawasan Sungai Wain, Sumur Dalam Jalan H Raden dan Gunung Tembak, Pemanfaatan Air Laut, Sumur Bor Kariangau. Semua program alternatif untuk pemasokan bahan baku air bersih ini belum berjalan dan terus gonta ganti program ditengah jalan sehingga PDAM dinilai melakukan pemborosan anggaran perencanaan.
“Kami sebagai PDAM Balikpapan, akan memperbaiki ketersediaan air di Balikpapan. Kami menyadari kualitas maupun pelayanan masih jauh dari harapan. Kendala kami di keuangan, semua masalah kami masih mengharapkan bantuan APBD”, kata Gazali Rahman Direktur Umum PDAM Balikpapan menjawab keluhan warga.
Menanggapi tentang persyaratan diwajibkannya IMB untuk pemasangan pelanggan baru PDAM, Abdulloh langsung menjelaskan. Abdulloh menyatakan DPRD telah merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang IMB. Dimana rumah yang telah dibangun sebelum tahun 2012 dipermudah tanpa harus mengantongi IMB untuk pemasangan baru. ■ lik

Tinggalkan Balasan