Petani di Satui Panen Perdana Padi Gogo

oleh -272 views
Panen perdana padi gogo dilahan Gapoktan Mukti Tama Bersujud Desa Sejahtera Mulia Kecamatan Satui 
BATULICIN, HR – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mukti Tama Bersujud Desa Sejahtera Mulia Bukit Baru Kecamatan Satui melaksanakan panen perdana padi gogo, Rabu (29/4) belum lama tadi.
Panen perdana padi gogo oleh petani yang tergabung dalam Gapoktan tersebut juga melibatkan pemerintah daerah yaitu Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Tanah Bumbu (Distanpanak Tanbu), Badan Penyuluh Pertanian Perkebunan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (BP4K) Tanbu, Koramil, Mantri Tani, PPL, dan Babinsa.
Kepala Distanpanak Tanbu, Abdul Karim,MM menyambut gembira dengan telah berhasilnya para petani di Kecamatan Satui melaksanakan panen padi gogo.
Dikatakan Abdul Karim, sebelumnya pihaknya juga telah melaksanakan panen padi perdana di Kecamatan Mantewe.
“Kami selaku pemerintah daerah menyambut gembira karena petani kita telah berhasil melaksanakan panen raya padi. Semoga dengan panen ini kesejahteraan petani kita terus meningkat,” kata Abdul Karim.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Produksi TPH, Zainal Abidin, AMd, mengatakan bahwa padi gogo yang dipanen oleh Gapoktan Mukti Tama Bersujud merupakan hasil dari kegiatan SL-PTT Padi Gogo Kawasan Pengembangan tahun 2014 dan akan menyumbang produksi padi di tahun 2015 dalam rangka Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan.
Adapun Upsus Swasembada Pangan yang bekerjasama dengan TNI AD mentargetkan swasembada padi di tahun 2015, swasembada jagung di tahun 2016, dan swasembada kedelai di tahun 2017.
Di tambahkannya pula bahwa target tanam padi tahun 2015 untuk Kab. Tanbu seluas 30.000 ha dengan target produksi mencapai 130.000 ton GKG.
Varietas padi gogo yang ditanam oleh petani di desa Sejahtera Mulia Kec. Satui ada 4 (empat) varietas lokal dan 1 (satu) varietas unggul.
Menurut Mantri Tani Kec. Satui, M. Noor Abidin, AMd, varietas lokal yang dimaksud adalah Srikandi, Sungkai, Gedagai, dan Siam Merah (Rojolele).
Sedangkan varietas unggul yang dicoba adalah inpago yang berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banjarbaru. ■ am

Tinggalkan Balasan