Pemuda Diharapkan Motivator Pembangunan dan Menekan Perilaku Seks

Adharsya Kabid KS-PK
BENGKULU, HR – Diproyeksikan pada 2015 penduduk kelompok remaja mencapai 17,80 persen, atau sebanyak 333.800 jiwa, sehingga untuk didapatinya pemuda yang mandiri perlu dibekali pengetahuan kependudukan, yaitu dengan memberikan pengetahuan untuk dapat menjadi motivator pembangunan nasional, melalui peran aktif remaja dalam mensosialisasikan pembangunan kependudukan dapat menekan perilaku seks bebas, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS di kalangan remaja. Beberapa hal tersebut menjadi ancaman kelangsungan pembangunan kependudukan, karena hal itu menjadi faktor utama penyebab masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia.
Demikian diutarakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu, Maryana melalui Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Adharsya kepada wartawan saat menghadiri lomba duta remaja, mahasiswa dan lomba Rap di Bengkulu awal Juni yang lalu.
Menurutnya, kependudukan adalah suatu disiplin ilmu yang tidak dapat dipisahkan dalam pendalaman ilmu kesehatan masyarakat, karena dalam penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, yang paling urgen untuk diketahui struktur dari suatu masyarakat. Dan pendekatan jenis apa yang harus dipakai agar dapat berinteraksi dalam sebuah populasi masyarakat.
“Upaya meningkatkan kepedulian remaja terhadap kelangsungan pembangunan itu BKKBN secara konsisten terus menggandeng dan membina pemuda baik pelajar maupun mahasiswa untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan. Kita telah membentuk dan membina organisasi berupa kelompok pusat informasi konseling remaja/mahasiswa (PIK-R/M),”jelas Maryana.
Ia menambahkan, duta-duta remaja dan mahasiswa serta kelompok seni rap remaja, lomba duta remaja, mahasiswa serta lomba lagu jenis rap yang merupakan bagian dari pembinaan terhadap pemuda di daerah itu. Sejumlah kelompok tersebut untuk memberikan pengetahuan pemuda terhadap risiko-risiko dari persoalan yang menghadang perkembangan remaja itu. Pengetahuan yang diberikan terhadap remaja dalam kelompok binaan itu yakni kesehatan reproduksi, narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA). ■ jlg

Tinggalkan Balasan