Pembelian Tanah PT Taspen di Porisplawat Diduga Sarat Permainan

oleh -327 views
TANGERANG, HR – Keterlibatan Agen Property Unity 21 dalam proses transaksi pembelian tanah oleh PT Taspen Cabang Tangerang menjadi pertanyaan dikarenakan Unity 21 menjadi pihak ketiga antara pemilik tanah Andreas dengan PT Taspen.
Menurut salah seorang anggota tim pencari lokasi tanah yang dibeli oleh PT Taspen yang berlokasi di Porisplawat, Z, menuturkan, kepada HR beberapa waktu yang lalu, patut diduga hadirnya pihak ketiga Unity 21dijadikan tameng untuk pencucian uang oleh oknum dalam transaksi pembelian tanah di Porisplawat oleh PT Taspen kepada pemilik tanah Andreas.
Kenapa ini menjadi pertanyaan, sebab Taspen langsung berhadapan dengan Andreas dalam penawaran namun dalam transaksi pembayaran melibatkan Unity 21. Ada apa ini semua, permainan apa ini, saya mengharapkan Kejaksaan memeriksa oknum oknum yang bermain disana, karena Kejaksaan lebih mengerti dan punya wewenang untuk memeriksa apabila dianggap ada korupsi disana. Saya menduga dengan hadirnya Unity 21 menjadi tempat pencucian uang oleh oknum PT Taspen,” tuturnya.
Ketika ini dikonfirmasi HR kepada Manager Bagian Umum di kantor pusat PT Taspen (Persero) Agus Gunadi (18/02), mengatakan, keterlibatan pusat hanya pengawasan prosedur dan pelaksana teknis ada pada cabang.
“Survey lokasi yang akan dibeli dari beberapa lokasi yang diajukan cabang dan pusat lah yang menentukan, penawaran harga dan pembayaran dilakukan oleh cabang,” ungkapnya sambil bergegas pergi karena ada telepon panggilan dari Direksi.
HR mencoba konfirmasi kepada kepala cabang Taspen Tangerang S via telepon terkait keterlibatan Unity 21 hanya menjawab dengan sms sudah sesuai prosedur dan seperti press release yang ada itu.
Dalam press release dikatakan, pada tahun 2014 ada alokasi anggaran untuk pengadaan tanah gedung kantor dari PT Taspen (Persero) Pusat, dan dicarilah lokasi yang sekiranya sesuai dengan anggaran yang tersedia.Lokasi didapat di Porisplawat dengan luas tanah 2.640 m2 dengan harga 8,5 juta/m2 namun dengan harga tersebut, anggaran yang tersedia tahun 2014 tidak mencukupi dan dikembalikan lagi ke pusat.
Sambil menunggu anggaran tahun 2015, kami mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pengadaan tanah gedung kantor dengan lokasi tanah yang ada di Porisplawat. Kami sempat berpikir untuk pembelian ruko yang ada di komp Tang City namun hal tersebut kurang baik bagi pelayanan Taspen.
Setelah melakukan proses sesuai ketentuan yang ada di PT Taspen, maka kami memutuskan untuk membeli tanah yang ada di Porisplawat dan langsung bernegosiasi dengan pemilik tanah tersebut, didapatlah harga Rp 8,2 juta /m2, demikian isi press release itu. Siapa Unity 21, mengapa dia ada disana dan untuk apa? darma

Tinggalkan Balasan