Pabrik Tahu di Rajeg Diduga Gunakan Bahan Pengawet

TANGERANG, HR – Mengunjungi pabrik tahu yang tepatnya berada di jln raya Daon cadas Rajeg Tangerang. Membuang hasil limbah nya ke kali yang mana kali tersebut masih di gunakan warga masyarakat untuk mencuci pakaian bahkan untuk aktifitas rumah tangga atau untuk kesehariannya.
Aktifitas pekerja saat memproses makanan tahu.
Limbah yang dibuang melalui kali mengeluarkan bau yang tak sedap, bahkan air kali nya menjadi berwarna putih karena limbah tersebut bekas pencucian kacang kedelai.
Bahkan warga pun merasa kurang nyaman dengan bau yang ada seperti bau busuk kotoran manusia. Polusi udara tersebut dapat mengganggu kesehatan warga masyarakat terutama sekitaran pabrik tahu. Bau busuk yang sangat mengganggu dan membuat sesak nafas.
Kokoh Edy pemilik pabrik tahu yang mempercayakan pabrik nya pada Rudy sebagai orang kepercayaan saja untuk mengatur produksi dan mengatur bentuk penjualan disana. Tahu yang di buat disana tahu sutra warna putih, tahu goreng segetiga warna coklat, ada juga bentuk tahu kotak kotak warna coklat.
Tahu putih yang dibuat diduga mengunakan bahan pengawet. Tahu tahu yang dibuat dipasarkan ke pasar pasar terdekat bahkan ke wilayah lainnya selain pasar Rajeg dan pasar Kemis.
Pabrik tahu tersebut tidak mengikuti standar produksi dari kesehatan, dan karyawan yang di pekerjakannya mendapatkan upah murah, karyawan pabrik tahu yang tidak tahu batas jam kerja, aturan managemen pabrik tahu tidak mengikuti standar dan prosedur Dinas Tenaga Kerja bahkan setandar Dinas Kesehatan.
Karyawan nya pun mengeluh dengan upah yang didapat sangat minim dan kurang mencukupi kebutuhan hidup, jam kerja karyawan yang tidak jelas. Dari jam 8 pagi hingga tak terhingga waktunya. Tidak ada jaminan kesehatan karyawan hanya diberikan upah 40 ribu/hari. linda

Tinggalkan Balasan