Orientasi PPKB Tingkat RW di Kepulauan Seribu

oleh -172 views
JAKARTA, HR – Pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta selama ini tidak terlepas dari peran para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana RW (PPKB RW). Keduanya merupakan tenaga pelaksana KB yang kesehariannya berada di tengah masyarakat, mereka rajin mendatangi rumah para pasangan usia subur (PUS).
Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (KPMPKB), Kabupaten Kepulauan Seribu Darwoto memberikan pengarahan dalam pembinaan bagi Pembantu Pembina KB (PPKB) tingkat RW se-kabupaten Kepulauan Seribu.
“Peserta PKB yang bertugas di kelurahan serta PPKB RW yang membawahi wilayah RW pada dasarnya merupakan pendamping, sekaligus mitra bagi masyarakat dalam menentukan pemilihan kontrasepsi KB. Disamping itu, mereka juga menjadi masyarakat dalam pelaksanaan program KB secara umum dan juga program pemerintah lainnya,” ujar Darwoto.
KPMPKB mendata sampai dengan bulan Juli 2015 jumlah PUS yang menjadi peserta KB sebesar 78 persen, dari jumlah semua PUS yang ada. Adapun jenis kontrasepsi yang dominan dipilih adalah jenis suntik dan pil KB.
Kegiatan ini dihadiri anggota PPKB RW dan PKB di Kepulauan Seribu, sedikitnya 50 orang. Narasumber dari BKKBN pusat, Kemenkes dan internal KPMPKB.
Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo, mengatakan, program Keluarga Berencana di Kabupaten Kepulauan Seribu masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah, ajakan menjadi peserta KB bagi masyarakat dimaksudkan untuk mendidik masyarakat agar memiliki pemikiran rasional dalam kepemilikan anak.
Dengan motto tiada hari tanpa pelayanan KB, maka pada saat ini KPMPKB melakukan pelayanan KB secara intensif yang diawali dengan layanan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) para penyuluh KB dan oleh PPKB RW.
Dengan pelayanan KIE secara intensif diharapkan keluarga di Kepulauan Seribu dapat lebih memahami akan arti pentingnya menjadi peserta KB, masyarakat juga dingatkan bahwa semua bentuk pelayanan KB di Kepulauan Seribu tidak dipungut biaya alias gratis.
“Masyarakat tinggal datang ke Puskesmas atau Rumah Sakit, maka disitu akan dialayani dengan baik,” jelas Budi. ■ didit

Tinggalkan Balasan