Dinas Pariwisata Jajaki Keindahan Alam Natuna

oleh -213 views
Kasi Seni Pertunjukan Dinas Pariwisata Natuna, Rusdan Hadian
NATUNA, HR – Kabupaten Natuna sebagai daerah kepulauan terdepan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan geografis wilayahnya 98% lautan, Letaknya sangatlah strategis. selain berbatasan langsung dengan negara tetangga, laut dan udaranya merupakan jalur lalu lintas internasional.
Melihat hal ini, sudah sepatutnya jika Natuna dapat memanfaatkan posisinya tersebut. Pasalnya, kekayaan alam yang melimpah ruah seperti, minyak dan gas (migas), keanekaragaman hayati laut, dan banyaknya objek pariwisata alami. Jika digarap dengan baik oleh pemerintah tentu akan membawa sejumlah keuntungan khususnya bagi perekonomian daerah hingga pemerintah pusat.
Sektor pariwisata Natuna menyuguhkan banyak pilihan, mulai wisata sejarah, budaya, alam, bahari, hingga kuliner. Melihat segala potensi itu, bukan hal mustahil jika Natuna dapat menjadi gerbang wisata mancanegara, seperti Pulau Dewata Bali ataupun Raja Ampat di Tanah Papua.
Namun, untuk mendapatkan hasil tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan tindakan-tindakan serius dari seluruh Stakeholder (pemangku kepentingan), untuk merias objek wisata Natuna sehingga mampu menarik wisatawan. Selain itu, mempromosikan sektor pariwisata Natuna kepada publik, merupakan hal yang wajib dilakukan mengingat saat ini masih minimnya informasi mengenai Kabupaten Natuna.
Belum lama ini, Dinas Pariwisata Natuna menggelar kegiatan workshop atau diklat pengenalan fotografi. Kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata tersebut menghadirkan dua narasumber profesional di bidang fotografi, yakni Barry Kusuma dan Setiadi Darmawan. Selain itu datang juga tiga fotografer lainnya yang siap berbagi ilmu.
Sejak dibukanya pendaftaran untuk menjadi peserta, antusias masyarakat sangat tinggi namun tidak dapat tertampung karena keterbatasan anggaran. Begitulah menurut Kasi Seni Pertunjukan Dinas Pariwisata Natuna, Rusdan Hadian selaku PPTK kegiatan kepada HR diruang kerjanya beberapa waktu lalu.
“Kita pasang pemberitahuan di media sosial facebook bahwa Dinas Pariwisata akan mengadakan kegiatan fotografi, syaratnya harus punya kamera SLR sendiri. Ternyata banyak juga yang antusias ikut, namun peserta hanya 25 orang yang kita ambil. Ini terkait defisit APBD Natuna sehingga anggaran kegiatan kita ikut terpangkas,” kata Hadian.
Peserta yang terdiri dari fotografer pemula maupun masyarakat umum yang menyukai fotografi ini, diberikan materi seni dan basic dasar fotografi. selain itu, kegiatan workshop ini juga memberikan pemahaman kepada para peserta, bahwa traveler sosial media seperti website traveler, facebook, instagram merupakan wadah yang efektif untuk mempromosikan potensi wisata unggulan daerah.
Hadian mengungkapkan, tujuan kegiatan workshop tersebut adalah mengembangkan sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan bidang fotografi di Natuna. Pasalnya, selama ini banyak sekali fotografer pemula maupun masyarakat yang mempunyai hobby fotografi hanya asal foto tanpa tahu basic dasar fotografi.
“Usai pemaparan materi, peserta langsung dibawa ke objek wisata alif stone untuk praktek mengambil foto. Dengan begitu mereka tidak asal jepret lagi, dan nanti hasil jepretan mereka juga akan di pajang dalam website Kementerian Pariwisata, facebook, Dinas Pariwisata Natuna dan website traveler,” ungkap Hadian.
Kegiatan tersebut tentunya akan membawa awal baik bagi sektor pariwisata Natuna jika dijalankan secara berkelanjutan. Selain itu Pemerintah Daerah juga mengambil peranan penting untuk membangun sarana dan prasarana pendukung bagi wisata Natuna. Karena mahalnya biaya transportasi tidak lagi menjadi masalah jika kenyamanan dan kesenangan dalam berwisata dapat terpenuhi. ■ fian

Tinggalkan Balasan