Nasabah Bank Nagari Dibobol, Rugi Rp 350 Juta

oleh -422 views
PADANG, HR – Bank Nagari Sumbar kebobolan. Akibatnya, seorang nasabah Bank Nagari (BN) Bukittinggi, Edisonjanis, 53, beralamat di Batutaba, Ampekangkek, Kabupaten Agam mengalami kerugian Rp 350 juta. Edison pun melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolresta Bukittinggi, kemarin (14/4).
Korban baru menyadari rekeningnya dibobol orang tak dikenal (OTK), ketika hendak menarik uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Nagari Padang, Senin (13/4), sekitar pukul 14.00. Usai menarik uang sebanyak Rp 5 juta dari ATM untuk keperluan kuliah anaknya di Padang, Edison terkejut karena saldo yang tertera di bukti penarikan jauh berkurang.
Saat itu juga, Edison langsung menghubungi Bank Nagari Cabang Bukittinggi, tempat dirinya membuka rekening untuk meminta pemblokiran tabungan atas nama yang bersangkutan.
Esoknya (14/4), Edison mendatangi kantor Bank Nagari Cabang Bukittinggi untuk melakukan konfirmasi atas kasus yang dialaminya. Setelah bertemu Kepala Kantor Bank Nagari Cabang Bukittinggi, Del Espi Syahruddin, ternyata benar bahwa rekening korban telah dijebol di kantor Bank Nagari Solok, Jumat (10/4).
Rekening korban dibobol OTK yang mengatasnamakan korban dengan memalsukan KTP dan buku rekening korban. Uang korban yang dijebol tersebut berjumlah Rp 350 juta dengan penarikan manual melalui teler sebanyak dua kali, yakni Rp 50 juta pada penarikan pertama dan Rp 300 juta pada penarikan kedua.
Orang yang mengaku bernama Edison tersebut pada penarikan kedua mentranfersnya ke rekening Bank Nagari atas nama Rizki Santoso. Kemudian pada hari yang sama Rizki Santoso menariknya sebanyak Rp 295 juta.
Waktu itu, Edison memberikan KTP dan buku rekening asli kepada Kepala Kantor Bank Nagari Cabang Bukittinggi, Del Espi Syahruddin, di ruang kerjanya, kemarin (14/4).
Sedangkan Del Espi Syahruddin, memperlihatkan bukti copy penarikan dari orang yang mengaku bernama Edison, serta KTP yang dipalsukan. Bukti KTP tersebut palsu karena foto yang tertera tidak sama dengan KTP asli, termasuk tanda tangannya.
Menurut Del Espi Syahruddin, karena pembobolan rekening nasabah atas nama Edison terjadi di kantor Cabang Bank Nagari Cabang Solok, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Bank Nagari Cabang Solok dan kantor pusat Padang, termasuk mengambil bukti rekaman kamera tersembunyi (CCTV) siapa orang yang mengambil uang sebanyak itu.
Setelah mengetahui persoalan itu, Edison pun melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Bukittinggi dengan surat tanda penerimaan laporan No. STPL/210/K/IV/2015.Res.Bkt yang ditandatangani Kanit III SKPT Ipda Amri. ■ art/met

Tinggalkan Balasan