May Day, Refleksi Pemangku Kepentingan

oleh -227 views
Yomanius Untung 
BANDUNG, HR – Peringatan 1 Mei sebagai hari buruh internasional, harus menjadi momentum untuk refleksi bagi pemangku kepentingan termasuk pembuat kebijakan agar lebih tegas menunjukkan keberpihakkannya kepada kaum buruh.
Pernyataan ini disampaikan H. Yomanius Untung, S.Pd, Wakil Ketrua Komisi V DPRD Jawa Barat kepada HR menyikapi peringatan 1 Mei atau lebih dikenal May Day, sebagai hari buruh dan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Dengan dijadikannya 1 Mei sebagai hari libur nasional dikatakan Untung, peringatan hari buruh 1 Mei atau May Day sudah resmi menjadi agenda nasional, kedua eksistensi peran serta kaum buruh itu sudah dihargai oleh pemerintah. Kemudian hal-hal yang terkait dengan upaya, harapan termasuk juga usulan kaum buruh.
“Saya pikir itu menjadi hak dan kewajiban dari pemerintah untuk memenuhi hal-hal yang sifatnya normal, rasional dan normatif,” ujarnya.
Hal yang paling penting adalah jangan lagi, bahwa buruh itu dieksploitasi oleh pengusaha untuk mengeruk keuntungan perusahaan dengan mengabaikan hak-hak buruh, ini hal yang paling pokok.
Jangan kemudian karena kapitalisme akhirnya yang dikorbankan kaum buruh diperas tenaganya, tetapi keuntungannya sebanyak-banyaknya diambil oleh kapitalis.
Sehingga momentum hari buruh itu harus jadi refleksi bagi pemangku kepentingan termasuk pembuat kebijakan agar lebih tegas menunjukkan keberpihaknnya kepada kaum buruh.
Mengenai aksi unjuk rasa kaum buruh sendiri, Untung mengatakan, “Saya pikir selama dilaksanakan tertib kemudian aparat keamanan mampu mengendalikan dan rekan kaum buruh juga memiliki agenda yang jelas, saya pikir tidak ada masalah, itu adalah ekspresi kaum buruh dan ciri dari negara yang demokratis.”
“Yang penting tertib, jangan anarkis itu kan nanti dikelola oleh serikat pekerja. Jadi saya pikir kaum buruh sudah dewasalah dan bagaimana tetap menjaga hal-hal yang berkaitan dengan ketertiban umum,” katanya. ■ horaz

Tinggalkan Balasan