Kepsek SMAN 7 Kota Bengkulu, Nismah Tempramen Tinggi, Usir Wartawan

BENGKULU, HR – Kepala SMAN 7 (SMA Plus) Kota Bengkulu Hj. Nismah M.Pd terlalu tinggi tempramenya. Layak kah seorang pejabat sebagai kepala sekolah yang berpendidikan tinggi menyandang master pendidikan, juga seorang Hajjah berprilaku arogan mengusir tiga orang wartawan dari ruanganya ?.
Pasalnya tiga orang wartawan, salah satunya HR menemui Nismah M,Pd telah sesuai etika dan aturan yang ada, bermaksud konfirmasi tindak lanjut berita penerimaan jalur lingkungan. Sesampainya diruangan kepala sekolah (Kepsek) bersalaman dan memperkenalkan diri serta tujuanya untuk menindak lanjuti berita di HR edisi 481, dan menjelaskan sesuai aturan dan etika Pers perlu hak jawab berita. 
Begitu selesai wartawan bicara, langsung dijawab Kepsek, tidak perlu hak jawab kalau beritakan silakan.”Kami melaksanakan sesuai aturan,”ucapnya.
Sebelumnya menurut pengakuan Hj. Nismah, ketika ditemui HR di awal bulan Agustus lalu mengatakan sudah melakukan rapat dengan ketua-ketua RT di lingkungan sekolah ini. Ternyata setelah ditanyakan kepada Ketua RT.7, Brawijoyo beralamat di Jalan Sadang II, lingkungan paling dekat dengan sekolah tersebut, pernyataan itu tidak benar.
Beliau mengatakan tidak dilibatkan, bahkan sebagian nama siswa dan orang tuanya yang terdaftar dijalur lingkungan itu sebagian tidak dikenal. Anehnya lagi nomor rumah double sama nomor 41 RT 7 Sadang 2. Ketika hal itu ditanyakan lagi Kepsek itu mulai naik tempramenya.
“Kami tidak melibatkan ketua RT, kami hanya kordinasi dengan ketua Komite. Tadi sudah saya katakan, saya tidak mau dikonfirmasi, silakan mau ditulis atau laporkan sampai kemana silakan. Saya siap,” ucapnya dengan emosional, dan mengusir. “Silakan keluar, keluar,” tegasnya, sembari menelepon seseorang melalui HP nya dengan berteriak. “Cepat kesini dulu, ada wartawan mau memeras dan memaksa saya,” katanya.
Tidak lama para staf berdatangan menenangkannya, karena Kepsek terlihat seperti kesetanan, melemparkan kertas yang ada diatas meja, dan mengangkat gelas mau melemparkan ke wartawan.
Salah seorang wartawan Raflesia menjelaskan, sejak awal tadi mau konfirmasi sesuai etika hak jawab, tidak ada pemerasan. Pegawai dan staf membenarkan, dan mengatakan memang Ibu ini tempramennya tinggi. ”Tolong jangan diperpanjang, kita cari solusi yang terbaik,” katanya.
Seseorang yang ditelepon Ibu Kepsek tadi ditunggu 30 menit tidak kunjung datang. Selanjutnya wartawan melakukan konfirmasi ke Diknas Kota Bengkulu melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) DR Ruslili M,Si, M,PD.
“Sabar dulu, akan saya temui kebenaranya. Kita selesaikan secara baik-baik, mungkin Ibu itu lagi ada masalah lain, sehingga menimbulkan emosi tidak terkontrol,” serunya. ■ jlg

Tinggalkan Balasan