Evaluasi Gerakan Sayang Ibu di Kepulauan Seribu

oleh -268 views
Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo Saat memberika arahan.
JAKARTA, HR – Sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 55 Tahun 2011 tentang Pembentukan Kelompok Kerja GSI (Pokja Gerakan Sayang Ibu) yang merupakan salah satu upaya pemerintah peningkatan kualitas hidup perempuan melalui percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).
Pelaksanaan GSI ini juga diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk aktif terlibat dalam kegiatan seperti membuat tabulin (Tabungan Ibu Bersalin), pemetaan bumil dan donor darah serta ambulan desa.
Untuk mendukung GSI, dikembangkan juga program suami siaga dimana suami sudah menyiapkan biaya pemeriksaan dan persalinan, siap mengantar istri ke tempat pemeriksaan dan tempat persalinan serta siap menjaga dan menunggui saat istri melahirkan.
Evaluasi Gerakan Sayang Ibu di Kabupaten Kepulauan Seribu.
Demikian disampaikan Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo ketika memberikan sambutan pada kegiatan Evaluasi GSI oleh Tim Pokja GSI Provinsi DKI Jakarta di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu belum lama ini.
Lebih lanjut, Budi Utomo menyampaikan bahwa melalui Kelompok Kerja GSI yang dibentuk di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu diharapkan dapat membantu percepatan pelaksanaan GSI yang sudah berjalan saat ini. Disamping itu, melalui berbagai momen dan kesempatan pesan-pesan gerakan sayang ibu senantiasa juga kami serukan. Keberadan UKPD, PKK dan berbagai potensi masyarakat telah membentuk kerjasama yang baik dalam mensukseskan kegiatan Gerakan Sayang Ibu.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Darwoto dalam laporannya menjelaskan, bahwa secara umum GSI di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari angka pencapaian beberapa indikator GSI, beberapa indikator itu diantaranya tingkat partisipasi pasangan usia subur dalam menjadi peserta KB aktif berkisar pada 78%.
Selama tahun 2014 dan 2015 tidak ada angka kematian ibu (AKI) karena melahirkan, cakupan Ibu menyusui diatas 85 persen dan pemberian ASI esklusif juga mencapai 42 %. Pencapaian indikator tersebut disampaikan Darwoto dapat diraih karena secara umum tim Pokja GSI telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Disamping itu ketersediaan sarana pendukung seperti fasilitas kesehatan, dukungan Kader KB dan Kesehatan serta Posyandu pada dasarnya telah bekerja secara maksimal. Kegiatan evaluasi ini berlangsung selama sehari dihadiri oleh seluruh anggota Pokja GSI dan beberapa unsur masyarakat.
Sementara itu, Tim Pokja GSI Provinsi DKI yang datang pada kegiatan tersebut disamping untuk memberikan evaluasai hasil kegiatan GSI di Pulau Seribu sekaligus juga melakukan pembinaan yang dilakukan dengan mendatangkan berbagai nara sumber yang berasal dari BPMPKB, Universitas Indonesia, BKKBN, Meneg PP, Biro Kesos, Biro Tata Pemerintahan, Dinas Kesehatan, IBI dan dari Asosiasi Ibu menyusui. ■ didit

Tinggalkan Balasan