Disiplin PNS Masih Rendah

oleh -278 views
LAMSEL, HR – Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih rendah, indikatornya cukup jelas terlihat dari masih tingginya jumlah PNS yang tidak mengikuti apel, masuk dan pulang kerja tidak sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan, masih banyaknya PNS tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas.
Pj.
Bupati Lampung Selatan H. Kherlani, SE, MM 
membacakan Teks Pancasila pada upacara
Bulanan 
di Lapangan Korpri Pemkab Lamsel, Kamis (17/9).
Foto: Santi
Demikian diutarakan Pj. Bupati Lampung Selatan (Lamsel) H. Kherlani, SE,MM pada apel bulanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, di Lapangan Korpri, Kamis (17/9).
Ia menekankan agar kualitas kerja PNS harus ditingkatkan, dengan indikator yaitu, PNS harus memahami tugas pokok dan fungsi ditempat tugas yang bersangkutan bekerja. Kemampuan bekerja harus lebih ditingkatkan, dengan indikatornya adalah mampu membedakan skala prioritas pekerjaan, dan tidak memindahkan tanggungjawabnya kepada orang lain.
“Saya mengajak kepada kita, untuk bersama-sama bekerja lebih giat lagi dengan beberapa hal yang kita laksanakan, antara lain dengan lebih meningkatkan disiplin diri dalam bekerja, lebih meningkatkan kualitas kerja dengan selalu belajar dalam penguasaan administrasi kantor, penguasaan teknologi yang mendukung kerja, dan selalu meningkatkan sikap kerja terutama terhadap keterlibatan kerja,”tandasya. 
Ia mengingatkan, berpartisipasi aktif pada pekerjaan, dan menganggap kinerja itu penting bagi harga diri. Dan merasa malu jika tidak dilibatkan dalam suatu kegiatan atau pekerjaan. Disamping itu juga perlu disadari, bahwa pelaksanaan tugas kita senantiasa diawasi oleh masyarakat.
“Perlu saya ingatkan kepada jajaran PNS, agar menghindari empat sikap tercela. Sebab keempat sikap yang mungkin akrab masih dipraktekkan oleh sebagian jajaran aparatur negara (PNS), akan mencelakakan diri dan sesamanya,”ujarnya.
Dijelaskan Kherlani, keempat tipe PNS yang mencelakakan itu ialah, Pertama, PNS yang tidak mau bekerja. Dia selalu lari atau sering menghidar dari pekerjaan yang telah diemban kepadanya. Andai kerjaan itu tidak menghasilkan income atau uang tambahan, dia akan mengelak.
Kedua, dia selalu mengeluh dari beban kerja yang dipercayakannya. Orang semacam ini, andaipun dimasukkan dalam SK suatu kegiatan, ia tetap akan mengeluh dan mengelak, menghindar, dan menjarak hingga ke kantin. Gara-gara PNS model ini, pekerjaan dan rekan lainnya, tertular penyakit jelek dan tak bertanggung jawab itu.
Ketiga, suka berbicara yang bukan pada tempatnya. Saat dia dikasih kesempatan berbicara, dia malah diam, dan di saat tidak dikasih kesempatan, dia mengomel bahkan mengumpat. Orang begini, riuh di luar rapat, tapi diam saat pendapat diperlukan. Padahal, diam tidak selamanya emas.
Dan ciri aparatur/ pegawai yang mencelakakan, yang keempat ialah, dia yang selalu memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadinya. Dia tak mau tahu dengan tugas kantor. Dia datang, memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadinya. Kantor dianggap sarana penghasil duitnya. Ini bisa merugikan kantor dan masyarakat banyak. santi

Tinggalkan Balasan