Deklarasi dan Penambalan Ormas Gema Lingga “Diam Tertindas atau Bangkit Melawan”

oleh -159 views
LINGGA, HR – Dideklarasikannya Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga, membuka mata seluruh masyarakat Kabupaten Lingga. Sebabnya, Gema yang di motori Zuhardi selaku Ketua Harian dan Fahrul Anshori selaku pendiri, saat ini sangat diperhitungkan dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Bertempat di Lapangan Krida Daik Lingga, Rabu (9/9) Gema Lingga mendeklarasikan diri, dihadiri Asisten Bupati, Nurdin Basirun (cawagub) balon bupati, LAM, tokoh agama, adat serta para undangan dari berbagai elemen masyarakat se-Kabupaten Lingga.
Zuhardi dalam kata sambutannya mengutarakan, acara Deklarasi dan Penabalan Ormas Gema Lingga yang dibentuk pada 9 Juli 2014 dimotori oleh pemuda dan tokoh masyarakat Kabupaten Lingga H. Musfar Saleh.
Berdirinya Ormas Gema Lingga, adalah satu -satunya Ormas besar di Lingga dapat menumbuhkan semangat bagi pemuda tempatan (lokal) yang merindukan perubahan di Kabupaten Lingga. “Berdirinya Ormas ini tentu punya tujuan, yaitu untuk mencerdaskan masyarakat Lingga agar terbebas dari pembodohan dan pemanfaatan pemerintah. Kita tetap berpegang pada motto “diam tertindas atau bangkit melawan,”tegas Zuhardi membakar semangat anggotanya yang hadir.
Lebih lanjut dijelaskannya, Ormas Gema Lingga berdiri dan dibentuk oleh pemuda tempatan, sebagai bentuk persatuan dan kesatuan putra daerah yang menginginkan kesejahteraan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat. Zuhardi menilai, 11 tahun Kabupaten Lingga, terbentuk tidak ada sosialisasi pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat. Bahkan, masyarakat hanya diberikan janji-janji tanpa kepastian yang jelas, disamping itu masyarakat Lingga, hanya dimanfaat pada hari-hari tertentu, seperti masa pemilihan kepala daerah maupun DPRD, yang hanya untuk kepentingan semata.
“Berdirinya ormas Gema Lingga melalui garda yang ada di setiap desa, mereka akan turun langsung ke lapangan untuk membuka pemahaman masyarakat bahwa masyarakat Lingga, harus bangkit,”tandasnya.
Saat ini menurut Zuhardi, anggota Ormas Gema Lingga sudah terdaftar dan memiliki kartu anggota sebanyak 1.250 orang yang tersebar di Lingga Utara, Lingga Timur dan Kecamatan Senayang. Kedepan seluruh yang berjiwa muda yang ada di Kabupaten Lingga dapat bergabung untuk mendongkrak kemajuan di Lingga.
Sementara itu, Fahrul Anshori, Dewan pendiri Ormas Gema Lingga menuturkan, Ormas Gema Lingga lahir terinspirasi dari kata-kata Sastrawan Indonesia Pramudia Ananta Tour, yang berbunyi.” Didik lah masyarakat dengan organisasi, didik lah pengusaha dengan perlawanan.
Dengan kata-kata itulah yang membuat dia terinspirasi mendirikan organisasi tersebut. “Dengan organisasi, banyak hal yang bisa dibagikan dan di shearingkan, terutama menyangkut pemerintahan dan kesejahtearaan masyarakat. Bukan untuk pembodohan masyarakat,”pungkas Fahrul Anshori. ■ azwar

Tinggalkan Balasan