MAJALENGKA, HR — Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal melalui program Matahati (Masyarakat Cepat Kerja).
Program ini dirancang untuk menciptakan sistem rekrutmen yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan.
Eman menyampaikan bahwa Pemkab Majalengka telah menjalin kolaborasi dengan sektor industri di wilayahnya. Pemerintah juga menerbitkan surat edaran yang mewajibkan perusahaan mengalokasikan kuota rekrutmen melalui pemerintah daerah agar tenaga kerja lokal menjadi prioritas.
“Fokus kami memutus mata rantai percaloan yang selama ini meresahkan masyarakat. Kami meminta perusahaan melakukan rekrutmen terpadu melalui sistem pemerintah,” ujar Eman saat menghadiri kegiatan Kick Off Peningkatan Inklusivitas dan Literasi Keuangan bagi buruh di BLK Cakraningrat, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan akan menindak tegas oknum yang terlibat dalam praktik pungli, termasuk melalui proses hukum pidana jika ditemukan bukti yang kuat.
“Jika ada bukti dan fakta yang jelas, kami akan tindak tegas pelaku pungli maupun calo,” katanya.
Selain mendorong transparansi, program Matahati juga berfokus pada peningkatan peluang kerja, penguatan kesiapan tenaga kerja melalui pembekalan mental dan keterampilan, serta efisiensi bagi perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja kompeten tanpa intervensi pihak ketiga.
Eman menambahkan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Majalengka saat ini berada di angka 3,62 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat sebesar 6,66 persen. Capaian tersebut menjadi indikator positif sekaligus motivasi untuk terus memperluas akses kerja bagi masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Majalengka telah mencapai sekitar 12 ribu orang sejak dirinya menjabat sebagai bupati. lintong








