DEPOK, HR — Kepala SDN Mampang Satu, Iwan, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pendidikan karakter bagi siswa.
Ia menegaskan bahwa berbagi dengan anak yatim merupakan bagian dari ibadah yang tidak harus menunggu kaya, melainkan berangkat dari niat tulus.
“Kami ingin menanamkan nilai berbagi kepada siswa sejak dini. Ini bukan sekadar teori, tetapi praktik langsung dalam kehidupan,” ujarnya.
Menurut Iwan, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus membentuk akhlak dan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kepedulian, empati, dan sopan santun perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.
Ia menjelaskan, kegiatan berbagi menjadi salah satu cara efektif untuk mengajarkan pendidikan agama secara nyata kepada anak-anak.
“Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga harus mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menekankan pentingnya membangun sikap hormat kepada orang yang lebih tua serta membentuk moral yang baik sejak dini.
Iwan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. vero








