JAKARTA, HR – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat memastikan penanganan longsor sheetpile di Kali Angke, RW 10, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah pemasangan bronjong batu kali sebagai solusi darurat untuk menahan pergerakan tanah. Pengerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.
“Kondisi dinding sheetpile di lokasi sudah tidak mampu menahan beban, terutama akibat adanya bangunan di atasnya. Selain itu, pergerakan tanah yang labil serta abrasi turut memperparah kondisi hingga menyebabkan longsor,” kata Iin, Kamis (26/03/2026).
Iin menegaskan bahwa struktur yang ada saat ini tidak cukup kuat menahan tekanan, terlebih dengan kondisi tanah yang tidak stabil.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, jajaran asisten dan kepala perangkat daerah, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.
Penanganan darurat langsung ditindaklanjuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane bersama Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat melalui pemasangan bronjong sebagai penahan erosi. Setelah tahap awal selesai, perbaikan permanen berupa pembangunan kembali sheetpile akan dilakukan.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Jakarta Barat juga berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyediaan material dan pelaksanaan teknis di lapangan. Mengingat masih dalam musim hujan, percepatan pekerjaan menjadi prioritas guna mengurangi risiko lanjutan.
Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Wastono, menjelaskan bahwa bronjong yang dipasang berukuran 2 meter x 1 meter x 0,5 meter sebagai langkah sementara. Ke depan, lokasi tersebut akan diperkuat secara permanen dengan target pengerjaan dimulai antara April hingga Juni tahun ini.
Ia menambahkan, panjang area sheetpile yang terdampak longsor mencapai sekitar 15 meter. Namun, untuk mengantisipasi kejadian serupa, perbaikan akan dilakukan hingga sepanjang 40 meter.
Menurutnya, bronjong dipasang dengan ketinggian sekitar 3 meter dan masih akan dievaluasi untuk kemungkinan penambahan guna mencegah limpasan air. Pengawasan juga akan dilakukan secara intensif selama proses penanganan berlangsung. •didit








