Warga Miskin Subang Ngantri Dana PSKS

SUBANG, HR – Sebanyak 125.011 warga miskin di Kabupaten Subang mengantri dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos dan Giro, Jl. Ade Irma Suryani, Subang.
Pencairan dana PSKS tersebut serentak dilakukan sejak 11-20 April 2015 di Kabupaten Subang. Untuk program bantuan dana tersebut, periode ini pemerintah pusat mengguyur sebesar Rp75 milyar. “Masing-masing penerima mendapat Rp600 ribu,” kata Kabid Bantuan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Subang, Enda.
Pencairan dana itu hanya diberikan kepada hak atau pemegang kartu PSKS. Jika pemegang sakit, kata Enda, bisa diwakili oleh orang lain dengan membawa surat kuasa dan tanda tangan pemilikinya. “Kalau pemegang kartu PSKS nya sedang sakit parah, bisa diambil dengan surat kuasa yang bertanda tangan dari pemiliknya,” jelasnya.
Salah seorang penerima PSKS, Ncas, warga Kampung Wanerja Rt 1 Rw 01 Desa wanerja, Subang mengaku bersyukur mendapatkan dana bantuan tersebut. Ncas, perempuan berusia di atas 60 tahun itu akan memanfaatkan uang tersebut untuk belanjaj sembako. “Sebagian untuk beli sembako, dan membayaar utang bekas sehari hari,” kata Ncas, seorang buruh tani.
Sementara di subang penerima dana PSKS tidak tepat sasaran dan yang benar benar tidak mampu atau kategori orang miskin tidak mendapat dana ini. Bahkan, anehnya ada, Ketua LSM di Subang Kota menerima dana bantuan program mengantri dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).
Sebaliknya, warga yang secara ekonomi prasejahtera justru tidak menerima dana bantuan tersebut. Asep Saevata, warga RT 68/18 Kelurahan Karangnyar, Subang selama ini dikenal sebagai penggiat sejumlah LSM dan paguyuban. Dari mulai LSM Massal, Rampes, dan lainnya. Tidak saja aktf di sejumlah organisasi, Asep yang dikenal dengan panggilan Alam Rantjatan, juga tercatat sebagai seniman produktif menelorkan lagu daerah.
“Periode sekarang saya dapet lagi. Cuma memang belum diambil. Ini yang ketiga kalinya. Mantan RT juga dapet,” kata Asep kepada HR, Rabu (15/4).
Asep membeberkan, alasan dirinya menerima dana bantuan untuk warga miskin itu, karena data yang digunakan merupakan data lama. “Dananya belum saya ambil,” kata Asep.
Lain Asep, lain pula cerita Emak Ade warga Panglejar 3. Perempuan berusia sekitar 60 tahun tidak pernah menerima dana bantuan pemerintah. Ia mengaku, saat ini dirinya tidka mendapat undangan untuk pencairan dana PSKS. “Saya tidak dapat undangan, apa karena data yang dipakainya data lama,” kata Emak Ade setengah bertanya.
Tahun ini sebanyak 125.011 warga miskin di Kabupaten Subang menerima PSKS. Pencairan dana PSKS tersebut serentak dilakukan sejak 11-20 April 2015 di kabupaten Subang. Untuk program bantuan dana tersebut, periode ini pemerintah pusat mengguyur sebesar Rp75 milyar. Masing-masing penerima mendapat Rp600 ribu. ■ herdi/asep/deden

Tinggalkan Balasan