PAGAR ALAM, HR – Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah menyampaikan Nota Pengantar Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Pagar Alam tahun 2026 pada pembukaan Rapat Paripurna XVIII Sidang Ke-I DPRD Kota Pagar Alam, Senin (24/11/2025), di Ruang Sidang Utama DPRD.
RAPBD 2026 mencatat rencana pendapatan sebesar Rp694,8 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkontribusi Rp101,5 miliar yang bersumber dari pajak, retribusi, dan pengelolaan kekayaan daerah. Sementara pendapatan transfer mencapai Rp587,4 miliar yang terdiri dari transfer pusat dan transfer antar daerah. Untuk Belanja Daerah, Pemerintah Kota Pagar Alam mengalokasikan Rp772,06 miliar yang meliputi belanja operasional, belanja modal, serta anggaran tidak terduga.

Dalam paparannya, Wali Kota Ludi menegaskan bahwa penyusunan RAPBD 2026 menghadapi tantangan baru akibat kebijakan pusat terkait penyesuaian dan pengurangan transfer. Kondisi tersebut mendorong Pemkot Pagar Alam menata kembali kebijakan belanja, memperjelas prioritas pembangunan, dan melakukan rasionalisasi program agar APBD tetap efektif dan akuntabel.
“APBD 2026 harus memperkuat pondasi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan, mandiri, dan inklusif, serta sejalan dengan prioritas nasional dan karakteristik Pagar Alam. Karena itu, tema pembangunan tahun 2026 kami tetapkan: Kedaulatan Pangan dan Energi Serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif,” ujar Ludi.
Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya harus tumbuh, tetapi juga memastikan kemandirian, pemerataan, dan manfaat luas bagi masyarakat. jauhari gunawan








