Wagub Rano Tinjau Tiga Sekolah Hasil Rehabilitasi di Jakarta Selatan

JAKARTA, HR — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, meninjau hasil rehabilitasi dan pembangunan tiga sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Ketiga sekolah tersebut meliputi SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08. Dalam kunjungan itu, Rano memastikan fasilitas pendidikan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan siswa.

Rano juga meminta pihak sekolah memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui simulasi evakuasi secara berkala, terutama di gedung bertingkat.

“Dengan fisik gedung yang kini mencapai lima hingga enam lantai, tingkat kesulitan mitigasi tentu lebih tinggi sehingga saya memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar prosedur evakuasi terus dilatih secara berkala demi prinsip sedia payung sebelum hujan,” katanya.

Peninjauan tersebut juga bertujuan memastikan fasilitas sekolah berfungsi optimal dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

SDN Lebak Bulus 04 sebelumnya menempati bangunan yang berdiri sejak 1973. Sementara itu, SDN Cilandak Barat 08, yang dibangun pada 1976, mengalami kerusakan berat sebelum menjalani rehabilitasi. Adapun SMPN 299 Jakarta hadir untuk memperluas akses pendidikan menengah pertama negeri di kawasan Lebak Bulus.

Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta memiliki nilai kontrak Rp70,49 miliar, dengan luas lahan 4.160 meter persegi dan luas bangunan 9.724 meter persegi.

Sementara itu, rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp31,42 miliar, dengan luas lahan 2.200 meter persegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi.

Ketiga gedung sekolah tersebut memiliki berbagai fasilitas penunjang, seperti akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau. Bangunan juga menerapkan sejumlah upaya efisiensi energi melalui penggunaan panel surya, pengaturan sirkulasi udara, dan pemanfaatan pencahayaan alami.

Rano menegaskan bahwa pembangunan sekolah harus memberikan manfaat nyata bagi siswa dan guru, bukan sekadar menghadirkan gedung baru.

“Yang kami harapkan bukan sekadar gedung baru, tetapi manfaat langsung bagi siswa dan guru. Ruang belajar harus lebih nyaman, aman, inklusif, serta mampu menambah daya tampung dan memperluas akses pendidikan,” ujar Rano.

Selain aspek keamanan, Rano mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin agar seluruh fasilitas tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

Ia meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengawal masa pemeliharaan serta memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah tetap terjaga.

“Membangun itu relatif mudah dan bisa selesai dalam satu tahun, tetapi tantangan tersulit adalah merawat seluruh fasilitas tersebut setiap tahunnya. Saya meminta Dinas Pendidikan terus mengawal masa pemeliharaan agar sarana dan prasarana yang ada dapat terawat dengan baik serta bertahan jauh lebih lama,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana serta pemeliharaan fasilitas untuk menunjang proses belajar mengajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *