UN Tak Pengaruhi Kelulusan, Kepsek Khawatirkan Kredibilitas Sekolah

oleh -250 views
Harmanto
KLATEN, HR – Ujian Nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Klaten berlangsung lancar dan kondusif. Ujian diikuti 17.462 peserta terdiri dari MTS, dan dari SMP serta paket B sebanyak 66, sedangkan dari SMPLB sebanyak 19 siswa. Total siswa yang tidak mengikuti ujian ada 23 siswa dengan alasan di antaranya mengundurkan diri karena sudah nikah dan 4 siswa dengan keterangan sakit, dimungkinkan hanya 4 siswa yang akan mengikuti ujian susulan.
Disdik Kabupaten Klaten yang melakukan monitoring ke SMPLB menemukan naskah yang kurang, yaitu lembaran huruf braille, tetapi bisa segera diatasi dengan cara dibacakan.
Disdik juga menghimbau agar para siswa tidak terpengaruh kunci jawaban UN. Hanya satu sekolah setingkat SMP diKlaten yang menjalani ujian computer based test (CBT).
Sementara di salah satu sekolah, SMP N 3 Delanggu sebanyak 245 siswa yang mengikuti ujian dengan paper based test (PBT). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Pantoro mengatakan, UN yang dilaksanakan 4-7 Mei 2015 rutin terus dipantau dan dikawal sehingga terus berjalan lancar.
“Pantauan akan terus dilakukan supaya jangan sampai ada hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi para peserta,” ungkapnya disela-sela monitoring, Selasa (12/5).
Pantoro berharap, siswa fokus untuk belajar dan tidak terpengaruh bilamana ada bocoran kunci jawaban. “Untuk orang yang membocorkan kunci jawaban bisa dikenakan pidana, untuk itu untuk itu siswa harus berlaku jujur dan yakin akan dengan kemampuannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Delanggu Harmanto menjelaskan, untuk siswanya saat ini UN menggunakan metode paper based test (PBT) atau secara tertulis. Pihaknya mengaku persiapan ujian saat ini dilakukan sebaik-baiknya sehingga kelulusan siswanya tidak hanya sekedar lulus tapi lulus dengan embel-embel predikat nilai yang sangat memuaskan sehingga sekolah bangga jika siswanya diterima disekolah lanjutan yang favorit.
Lanjut Harmanto, secara psikis sekolah merasa terbebani apabila siswanya lulus dengan nilai minim. Namun demikian, pihaknya memberikan tambahan pelajaran exstra di semester genap satu minggu 4 hari pelajaran tambahan.
Disinggung soal penyaluran soal dari sub rayon ia mengaku tidak ada kendala dan berjalan lancar. “Sebelum pelaksanaan ujian siswa sudah siap dari pukul 06.30 WIB. Sedangkan soal setiap hari dijaga oleh petugas, namun demikian sebelum ujian dimulai terlebih dahulu diadakan doa bersama,” pungkasnya. ■ ani sumadi

Tinggalkan Balasan