Tim Calon Harus Jeli Walau Peluang Makin Terbuka

MUKOMUKO, HR – Akhir-akhir ini kans (peluang) untuk tiga pasangan (Paslon) bupati/wakil bupati untuk pasangan Wismen A Razak-Bambang Apriadi, Sapuan-Dedi Kurniawan dan Choirul Huda-Khaidir,persaingan dalam meraih kursi nomor satu di Kabupaten Mukomuko tampak semakin sengit, bahkan mereka berhasil membuat masyarakat kebingungan harus memilih yang mana.
Konon katanya ketiga calon ini sama-sama kuat, sangat susah diprediksi siapa yang bakal menang di Pilkada mendatang, dibuktikan semakin maraknya dukungan kepada masing masing pasangan ini.
Memasuki bulan Agustus, di beberapa media massa selalu tertera dukungan untuk Wismen, termasuk dukungan dari mantan Bupati Mukomuko Drs.H.Ichwan Yunus, CPA, MM, demikian juga dukungan terhadap Sapuan terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat, tak kalah dukungan dari berbagai lapisan masyarakat kepada Choirul Huda juga terus muncul.
Meski demikian tentunya para tim sukses maupun tim relawan dan tim keluarga dituntut harus lebih jeli untuk menarik rasa simpati masyrakat, karena bukan tidak mungkin hal yang kecil dapat mendatangkan kekecewaan yang besar.
Perlu diketahui, berkaca dari pemilihan terdahulu, baik itu pemilihan presiden, gubernur maupun bupati, sering terjadi berkurangnya perolehan suara disebabkan hal yang boleh dibilang kecil, namun mampu menggerogoti persentasi suara yang cukup signifikan.
Hal kecil yang sering terlupakan dan perlu diwaspadai yang ditimbulkan oleh pelaku orang orang disekelilingnya, diumpamakan seperti kata peribahasa “menggunting dalam lipatan”.
Tak bisa dipungkiri, mau tidak mau, di dalam kancah perpolitikan itu akan tetap terjadi dan berlaku dalam situasi apapun, lebih-lebih dalam era krisis multidimensi, sebab didalam persaingan politik,”saling sikut menyikut, kawan bisa jadi lawan, dan lawan jadi kawan”. Politik penuh dengan intrik dan saling adu strategi.
Perlu digaris bawahi, paling sulit digapai adalah mengembalikan kepercayaan publik, hal itulah yang harus diprioritaskan, karena bertolak belakang dari pemilu terdahulu, masyarakat tidak sedikit yang merasa kecewa, berakibat meningkatnya suara tidak sah alias golput. dengan golput menurut mereka merupakan jalan terbaik untuk menyadarkan para pemimpin di negeri ini yang suka mengumbar janji, namun setelah duduk malah menutup mata dan telinganya dari para pendukungnya yang pernah dijanjikan.
Seperti kata orang bijak, keberhasilan berbanding lurus dengan besarnya usaha, dalam artian semakin besar usaha yang dilakukan oleh para calon maka akan semakin besar peluang untuk menang.
Akan tetapi, bila usaha telah dilakukan dengan maksimal, namun tidak berhasil, tidak perlu heran, itu adalah hal yang lumrah dalam politik, sebab suratan tangan atau perjalan hidup seseorang tidak sama. Namun, tetap lah yakin dan percaya dengan penuh semangat diiringi Doa yang tulus, Semoga kemenangan tercapai. ■ aman sipahutar

Tinggalkan Balasan